5 Fakta Ilmiah Minum Kopi di Pagi Hari dan Waktu Terbaik Konsumsinya
Dengarkan narasi artikel ini secara otomatis
Segelas kopi hitam
Lumajang, satudetik.online — Bagi banyak warga, pagi belum lengkap tanpa secangkir kopi hitam panas seperti pada foto. Aromanya yang khas dipercaya mampu mengusir kantuk dan membangkitkan semangat.
Namun, di balik kenikmatannya, ada sejumlah fakta ilmiah tentang kebiasaan ngopi di pagi hari yang perlu diketahui.
1. Meningkatkan Fokus dan Energi
Kopi mengandung kafein yang bekerja sebagai stimulan pada sistem saraf pusat. Dalam 15-45 menit setelah diminum, kafein dapat meningkatkan kewaspadaan, konsentrasi, dan memperbaiki suasana hati. Itu sebabnya kopi identik dengan produktivitas pagi.
2. Waktu Terbaik Bukan Saat Bangun Tidur
Banyak orang langsung ngopi begitu bangun. Padahal, saat bangun tidur kadar hormon kortisol (hormon yang membuat kita melek alami) sedang tinggi. Para ahli gizi menyarankan waktu terbaik minum kopi adalah pukul 09.00 - 11.00, ketika kadar kortisol mulai menurun, sehingga efek kafein lebih optimal.
3. Jangan Diminum Saat Perut Kosong
Minum kopi hitam pekat saat perut kosong dapat meningkatkan produksi asam lambung. Bagi penderita maag atau GERD, kebiasaan ini bisa memicu rasa perih, mual, dan kembung. Idealnya, isi perut dengan air putih dan sedikit makanan ringan sebelum ngopi.
4. Sumber Antioksidan Alami
Selain kafein, kopi hitam murni kaya akan antioksidan seperti asam klorogenat. Senyawa ini berperan membantu melawan radikal bebas dan dikaitkan dengan penurunan risiko penyakit tertentu jika dikonsumsi dalam batas wajar.
5. Batas Aman dan Dampak Berlebih
Batas aman konsumsi kafein untuk orang dewasa sehat adalah sekitar 400 mg per hari, setara dengan 2-3 cangkir kopi hitam. Konsumsi berlebihan dapat menimbulkan efek seperti jantung berdebar, sulit tidur, cemas, dan sering buang air kecil.
Agar manfaatnya maksimal, hindari menambahkan gula dan krimer berlebihan. Kopi hitam tanpa gula seperti pada foto adalah pilihan yang paling rendah kalori.
Kopi di pagi hari bisa menjadi teman yang baik untuk memulai aktivitas, asalkan dikonsumsi pada waktu yang tepat dan tidak berlebihan. Jika Anda memiliki riwayat gangguan lambung, hipertensi, atau gangguan tidur, sebaiknya konsultasikan kebiasaan ngopi Anda dengan tenaga kesehatan. (Binar)
Bagaimana Tanggapan Anda?
Beri reaksi singkat untuk artikel ini. Klik kembali untuk membatalkan.
