Ada Apa dengan Program MBG di Lumajang? TK Jendral Sudirman Ungkap Data Janggal Hingga Pilih Mundur
Dengarkan narasi artikel ini secara otomatis
Fitri (kiri) Operator sekolah dan Luluk (kanan) kepala sekolah menunjukkan dokumen bukti
Lumajang, satudetik.online —TK Jendral Sudirman mempertanyakan penghentian distribusi Makan Bergizi Gratis (MBG) yang disebut tidak lagi diterima sejak 24 September 2026. Persoalan tersebut mencuat setelah pihak sekolah melakukan konfirmasi kepada SPPG Kusuma selaku penyedia layanan MBG.
Kepala TK Jendral Sudirman, Khulailha, S.H., S.Pd., bersama guru sekaligus operator sekolah, Fitri Firdausi, S.Pd., mengungkapkan sejumlah kejanggalan terkait penghentian distribusi tersebut, mulai dari perbedaan keterangan hingga ketidaksesuaian data dalam surat yang ditunjukkan pihak SPPG.
Menurut keterangan pihak sekolah, pada konfirmasi awal SPPG Kusuma menyampaikan bahwa TK Jendral Sudirman sedang libur. Namun, pihak sekolah menyatakan kegiatan belajar mengajar tidak diliburkan pada hari yang dimaksud.
Setelah dilakukan konfirmasi ulang, keterangan yang diterima pihak sekolah disebut berubah. SPPG Kusuma kemudian menyampaikan bahwa TK Jendral Sudirman memang tidak mendapatkan jatah MBG dan menunjukkan surat keterangan sebagai pendukung penjelasan tersebut.
NPSN TK, tetapi Nama yang Tercantum KB

Pihak sekolah kemudian menyoroti isi surat keterangan yang ditunjukkan SPPG Kusuma. Berdasarkan pemeriksaan pihak sekolah, surat tersebut mencantumkan nama KB Jendral Sudirman, tetapi menggunakan Nomor Pokok Sekolah Nasional (NPSN) milik TK Jendral Sudirman.
Selain itu, jumlah penerima manfaat dalam surat tersebut disebut sama persis dengan jumlah siswa TK Jendral Sudirman.
Ketidaksesuaian antara nama satuan pendidikan, NPSN, dan jumlah penerima manfaat tersebut menimbulkan pertanyaan mengenai pencatatan serta alokasi distribusi MBG untuk kedua satuan pendidikan itu.
Data Radar MBG Masih Tercatat

Persoalan lain muncul ketika pihak sekolah memeriksa data pada sistem Radar MBG. Menurut keterangan pihak sekolah, data TK Jendral Sudirman masih tercantum dalam sistem tersebut.
Bahkan, hingga Jumat (10/10/2026), pihak sekolah mengaku masih melihat laporan menu MBG untuk TK Jendral Sudirman dengan keterangan bahwa makanan telah diterima.
Kondisi tersebut menimbulkan pertanyaan mengenai kesesuaian antara laporan dalam sistem dan kondisi distribusi yang dialami pihak sekolah. Keberadaan laporan tersebut masih perlu dicocokkan dengan bukti pengiriman, penerimaan, dan realisasi penyaluran makanan di lapangan.
Pihak sekolah juga menyampaikan bahwa KB Jendral Sudirman libur pada Jumat (10/10/2026). Oleh karena itu, apabila alokasi makanan pada hari tersebut disebut disalurkan kepada KB, realisasi pengiriman dan penerimaannya perlu diklarifikasi lebih lanjut.
TK Jendral Sudirman Ajukan Pengunduran Diri
Di tengah persoalan tersebut, TK Jendral Sudirman akhirnya memutuskan untuk mengajukan pengunduran diri dari layanan SPPG Kusuma.
Keputusan itu menjadi perkembangan penting dalam persoalan distribusi MBG yang dialami sekolah. Sebelum keputusan tersebut diambil, pihak sekolah telah berupaya meminta penjelasan mengenai alasan penghentian distribusi, memeriksa surat keterangan yang diberikan, serta mencocokkan informasi dengan data yang tercantum dalam sistem Radar MBG.
Pengajuan pengunduran diri tersebut perlu dibedakan dari keputusan resmi penghentian kerja sama. Status pengajuan, alasan tertulis, dan tindak lanjutnya masih perlu dipastikan melalui dokumen resmi dari pihak sekolah maupun SPPG Kusuma.
Hingga berita ini disusun, klarifikasi dari SPPG Kusuma mengenai perbedaan keterangan, ketidaksesuaian data dalam surat, laporan penerimaan dalam sistem, serta tindak lanjut atas pengajuan pengunduran diri TK Jendral Sudirman masih diperlukan.
Keterangan dari pihak SPPG dan pihak terkait lainnya penting untuk memastikan duduk perkara secara utuh, termasuk kesesuaian data administrasi dengan realisasi distribusi MBG kepada peserta didik. (Nibras)
Bagaimana Tanggapan Anda?
Beri reaksi singkat untuk artikel ini. Klik kembali untuk membatalkan.
