• satudetik.online: cepat dan akurat • ekonomi global melonjak • teknologi baru seagma presence dirilis • timnas menang besar •
NasionalLumajang

Traffic Light Bermasalah di Lumajang, Respons Cepat atau Solusi Sementara?

PENULIS: Redaksi
EDITOR: Redaksi
1 Mei 2026
3643 VIEWS
Traffic Light Bermasalah di Lumajang, Respons Cepat atau Solusi Sementara?

Lumajang, satudetik.online - Gangguan lampu lalu lintas (traffic light) di sejumlah titik di Kabupaten Lumajang bukan sekadar persoalan teknis biasa.

Di balik perbaikan yang diklaim terus berjalan oleh Dinas Perhubungan (Dishub), tersimpan persoalan klasik yakni keterbatasan fasilitas, tekanan cuaca ekstrem dan sistem pemeliharaan yang diuji oleh kondisi lapangan.

Hasil penelusuran menunjukkan, kerusakan traffic light tidak hanya terjadi sesekali, melainkan berulang di beberapa titik strategis.

Dalam banyak kasus, lampu hanya menyala satu warna terutama hijau atau mengalami mati parsial.

Situasi ini jelas berisiko tinggi, terutama di persimpangan padat yang mengandalkan sinyal sebagai pengatur utama arus kendaraan.

Kepala Bidang Teknik Prasarana Dishub Lumajang, Hari Subagiyo, mengakui bahwa kendala terbesar justru bukan pada kemampuan teknis tim, melainkan minimnya armada operasional.

Peralatan yang dibutuhkan untuk menjangkau lampu bagian atas yang justru paling sering bermasalah masih terbatas.

“Perbaikan di bagian atas membutuhkan alat khusus. Ini yang membuat penanganannya tidak secepat lampu di sisi kanan dan kiri,” ujarnya, Kamis (30/4/2026)

Dari hasil investigasi di lapangan, lampu bagian samping memang cenderung lebih cepat ditangani karena mudah dijangkau.

Sebaliknya, lampu utama di bagian atas sering dibiarkan dalam kondisi tidak optimal lebih lama, memicu kebingungan pengguna jalan.

Di sisi lain, Dishub menegaskan tidak ada laporan masyarakat yang diabaikan. Setiap aduan, menurut mereka, langsung masuk dalam daftar penanganan berdasarkan tingkat urgensi.

Namun, fakta di lapangan menunjukkan bahwa respons cepat tidak selalu berbanding lurus dengan penyelesaian yang cepat.

Masalah serupa juga ditemukan pada Penerangan Jalan Umum (PJU). Hampir setiap hari, laporan kerusakan masuk, dengan penyebab dominan berupa cuaca ekstrem perpaduan hujan intens dan panas tinggi yang mempercepat kerusakan komponen elektronik.

Untuk mengatasi hal ini, Dishub membagi tim menjadi dua wilayah kerja utara dan selatan yang beroperasi pada siang hari.

Sementara itu, tim Quick Response (QR) disiagakan pada malam hari untuk menangani gangguan mendesak.

Namun, pola kerja ini masih menyisakan pertanyaan: apakah pembagian tim cukup untuk mengimbangi volume kerusakan yang terus terjadi?

Tanpa penambahan armada dan modernisasi sistem, upaya perbaikan berpotensi hanya menjadi solusi jangka pendek.

Di tengah meningkatnya mobilitas masyarakat, keandalan infrastruktur lalu lintas bukan lagi sekadar kebutuhan, melainkan faktor krusial keselamatan.

Ketika satu lampu mati atau tidak sinkron, risiko kecelakaan meningkat secara signifikan.

Dishub Lumajang memang bergerak. Tapi dalam situasi ini, kecepatan saja tidak cukup yang dibutuhkan adalah ketahanan sistem yang mampu mencegah kerusakan sebelum terjadi, bukan sekadar memperbaiki setelah masalah muncul.(Bernad)