Begal dan Curanmor di Lumajang Kian Marak, Warga Soroti Kinerja Aparat
Lumajang, satudetik.online – Maraknya aksi pembegalan dan pencurian kendaraan bermotor (curanmor) di wilayah Kabupaten Lumajang menjadi perhatian serius masyarakat. Dalam beberapa waktu terakhir, kasus kejahatan jalanan ini terus terjadi dan dinilai semakin meresahkan, hingga seolah menjadi ancaman yang akrab dalam kehidupan sehari-hari warga.
Di wilayah hukum Polres Lumajang, peningkatan kasus curanmor memunculkan kekhawatiran publik. Warga menilai jumlah kejadian yang terjadi tidak sebanding dengan tingkat pengungkapan pelaku oleh aparat penegak hukum. Kondisi ini memicu kritik terhadap kinerja aparat yang dianggap belum maksimal dalam menindak dan memberantas kejahatan jalanan.
Kasus terbaru terjadi pada Senin malam, 4 Mei 2026, di kawasan Jalan Kapuas, Jalur Lingkar Timur (JLT), Lumajang. Sebuah sepeda motor sport jenis trail dilaporkan hilang setelah diduga dicuri oleh dua orang pelaku. Aksi tersebut terekam jelas oleh kamera pengawas (CCTV) di sekitar lokasi kejadian.
Dari rekaman CCTV, pelaku terlihat beraksi dengan cepat dan terorganisir. Dalam hitungan detik, salah satu pelaku berhasil membawa kabur sepeda motor, sementara rekannya diduga berjaga untuk mengawasi situasi sekitar. Minimnya respons warga saat kejadian membuat aksi tersebut berlangsung tanpa hambatan.
Agus, salah satu warga setempat, mengaku resah dengan meningkatnya kasus curanmor. Ia berharap pihak kepolisian dapat bertindak lebih tegas dan sigap dalam mengungkap pelaku.
Kasus seperti ini sudah terlalu sering terjadi. Kami jadi tidak merasa aman, apalagi kalau kendaraan diparkir di luar rumah. Kami berharap polisi bisa lebih serius menangani, Selasa (5/5/2026).
Hal senada disampaikan Miko, warga lainnya, yang menilai penanganan kejahatan jalanan saat ini belum seefektif sebelumnya. Ia menyinggung keberhasilan penanganan kasus kriminal pada masa Kapolres Arsal melalui Tim Cobra yang dikenal responsif dan tegas.
Dulu saat Tim Cobra aktif, penanganan cepat dan banyak pelaku yang tertangkap. Kami ingin kondisi keamanan bisa kembali seperti itu,
Masyarakat berharap aparat kepolisian dapat meningkatkan intensitas patroli, memperkuat pengawasan di titik-titik rawan, serta mengungkap jaringan pelaku curanmor hingga ke akar. Selain itu, warga juga diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan dengan menambah sistem keamanan kendaraan seperti kunci ganda atau alarm.
Dengan meningkatnya angka kejahatan ini, masyarakat Lumajang menaruh harapan besar agar aparat penegak hukum segera mengambil langkah konkret demi mengembalikan rasa aman di tengah lingkungan mereka. (Bernad)
