• satudetik.online: cepat dan akurat • ekonomi global melonjak • teknologi baru seagma presence dirilis • timnas menang besar •
LumajangHukum & Kriminalitas

Penjual Sayur di Lumajang Tewas Diduga Dibegal, Motor Hilang

PENULIS: Har
EDITOR: Tej
4 Mei 2026
11 VIEWS
Penjual Sayur di Lumajang Tewas Diduga Dibegal, Motor Hilang

Lumajang, satudetik.online - Seorang penjual sayur berinisial AN (46), warga Desa Sukosari, Kecamatan Jatiroto, ditemukan meninggal dunia setelah diduga menjadi korban pencurian dengan kekerasan di Jalan Nasional Jember–Lumajang, Senin (4/5/2026) pagKorban diduga dibegal saat dalam perjalanan menuju pasar untuk menjual hasil panen sayur genjer miliknya. Ia berangkat sekitar pukul 04.20 WIB dari rumahnya yang berjarak sekitar dua kilometer dari lokasi pasar.

Sekitar 30 menit kemudian, keluarga menerima kabar bahwa AN ditemukan warga dalam kondisi tidak bernyawa di sebuah jurang di tepi jalan nasional tersebut.

Kakak korban, Kholfiyah, mengatakan adiknya sehari-hari bekerja sebagai buruh tani. Pada hari kejadian, korban membawa hasil panen genjer untuk dijual.

“Kalau sehari-hari dia buruh tani, tadi karena genjernya panen dibawa ke pasar untuk dijual,” ujar Kholfiyah saat ditemui di RSUD dr. Haryoto.

Saat ditemukan, korban mengalami luka bacok di bagian kepala serta luka lebam di wajah.

Sepeda motor yang digunakan korban juga tidak ditemukan di lokasi kejadian. Polisi menduga kendaraan tersebut dibawa kabur pelaku.

Kasi Humas Polres Lumajang, Ipda Suprapto, mengatakan pihaknya masih menyelidiki kasus tersebut.

Polisi telah melakukan olah tempat kejadian perkara serta memeriksa sejumlah saksi.

“Apakah itu begal atau motif lain masih dalam penyelidikan, tapi memang sepeda motor korban tidak ada di lokasi,” kata Suprapto.

Peristiwa ini menambah daftar kasus kejahatan di jalur tersebut. Sehari sebelumnya, seorang perempuan paruh baya asal Jember juga dilaporkan menjadi korban begal di lokasi yang sama pada Sabtu (2/5/2026) malam.

Korban juga mengalami luka-luka dan sepeda motornya dibawa kabur.

Polisi mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan saat melintas di Jalan Nasional Jember–Lumajang, terutama pada waktu sepi.

Warga disarankan tidak bepergian sendirian dan, bila memungkinkan, bepergian secara berkelompok karena kawasan tersebut tergolong rawan dan jauh dari permukiman.(har)