• satudetik.online: cepat dan akurat • ekonomi global melonjak • teknologi baru seagma presence dirilis • timnas menang besar •
Lumajang

Jalan Rusak dan Keamanan Disorot, Warga Lumajang Curhat di Media Sosial

PENULIS: Bernad
EDITOR: Nib
4 Mei 2026
21 VIEWS
Jalan Rusak dan Keamanan Disorot, Warga Lumajang Curhat di Media Sosial

Lumajang, satudetik.online – Keluhan terkait kondisi infrastruktur jalan di Kabupaten Lumajang kembali mencuat di media sosial. Sejumlah warga menyuarakan keresahan mereka melalui unggahan di Facebook, yang kemudian memicu beragam tanggapan dari masyarakat lainnya.

Salah satu unggahan datang dari akun M Hasyim Ashari di grup WONG LUMAJANG pada Senin (4/5/2026). Dalam postingannya, ia menyoroti kondisi jalan yang dinilai rusak dan tidak kunjung diperbaiki meskipun pajak mengalami kenaikan.

Lumajang ku kota indah, pajaknya naik jalannya tidak diperbaiki. Kotanya tidak aman. Punya pemimpin tapi kurang peduli

Unggahan tersebut kemudian ramai dikomentari warganet. Budiono Budiono menilai kondisi jalan di dalam kota masih tertinggal dibandingkan daerah lain.

Lumajang jalan-jalan di dalam kota tertinggal jauh dari kota lain, banyak yang rusak, bangunan lama jalannya

Komentar lain juga datang dari Zakaria Hondik yang mengaitkan persoalan jalan rusak dengan kondisi keamanan di wilayah tersebut. Ia menyebut praktik kejahatan seperti begal, pencurian, hingga perampokan masih menjadi kekhawatiran masyarakat.

Dalan rusak ajor, begal, maling, rampok wes mulai biyen. Lek ndek Lumajang bos wes bolak-balik ganti bupati pancet

Selain itu, beberapa warganet lain juga mengimbau masyarakat untuk lebih waspada saat beraktivitas, terutama pada malam hari, mengingat isu keamanan yang turut disorot dalam diskusi tersebut.

Fenomena ini menunjukkan bahwa media sosial kini menjadi sarana utama bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi dan keluhan. Warga berharap pemerintah daerah Kabupaten Lumajang segera merespons kondisi tersebut dengan langkah nyata, baik dalam perbaikan infrastruktur jalan maupun peningkatan keamanan lingkungan.

Sementara pemerintah daerah mengaku masih akan terus memperbaiki jalan rusak tersebut secara bertahap karena alokasi anggaran pembenahan dari pusat sudah dipangkas berkaitan dengan efisiensi. (Bernad)