Perhutani dan Dispar Lumajang Sinergi Kembangkan Wisata Hutan Berkelanjutan
Kunjungan jajaran Perhutani ke Kantor Dinas Pariwisata Kabupaten Lumajang, Kamis (7/5/2026).
Lumajang, satudetik.online – Perum Perhutani Sub Kesatuan Pemangkuan Hutan (SKPH) Lumajang terus memperkuat sinergitas dengan Pemerintah Kabupaten Lumajang dalam pengembangan wisata berbasis kawasan hutan.
Langkah tersebut diwujudkan melalui kunjungan jajaran Perhutani ke Kantor Dinas Pariwisata Kabupaten Lumajang, Kamis (7/5/2026).
Kunjungan dipimpin Wakil Administratur (Waka ADM) Perhutani SKPH Lumajang, Soegiarto Aries Soebagiyo, didampingi Asper BKPH Klakah dan diterima langsung Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Lumajang, Patria Dwi Hastiadi. Pertemuan tersebut membahas strategi pengembangan wisata alam di kawasan hutan yang tidak hanya berorientasi pada peningkatan kunjungan wisatawan, tetapi juga menjaga kelestarian lingkungan dan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat sekitar hutan.
Dalam pertemuan itu, kedua pihak sepakat bahwa kawasan hutan di Kabupaten Lumajang menyimpan potensi wisata alam yang besar dan dapat menjadi salah satu kekuatan utama sektor pariwisata daerah apabila dikelola secara terpadu dan berkelanjutan.
Waka ADM Perhutani SKPH Lumajang, Soegiarto Aries Soebagiyo, mengatakan bahwa pengembangan wisata berbasis hutan memerlukan kolaborasi lintas sektor agar mampu menghadirkan destinasi yang aman, menarik, dan tetap memperhatikan fungsi konservasi hutan.
“Kawasan hutan memiliki potensi wisata alam yang luar biasa. Karena itu diperlukan kerja sama yang baik antara Perhutani dan Dinas Pariwisata agar pengembangannya tetap memperhatikan aspek kelestarian hutan sekaligus mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar,” ujarnya.
Menurutnya, konsep wisata berbasis hutan saat ini tidak cukup hanya menghadirkan panorama alam, tetapi juga harus mampu memberikan nilai edukasi lingkungan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat desa penyangga hutan. Dengan demikian, keberadaan wisata alam dapat menciptakan dampak ekonomi yang nyata tanpa mengorbankan kelestarian kawasan.
Ia menambahkan, keterlibatan masyarakat sekitar hutan menjadi faktor penting dalam keberhasilan pengembangan wisata. Selain membuka peluang usaha, masyarakat juga diharapkan ikut berperan menjaga keamanan dan kelestarian kawasan wisata.
Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Lumajang, Patria Dwi Hastiadi, menyambut positif langkah sinergitas yang dibangun bersama Perhutani. Ia menilai Lumajang memiliki banyak destinasi wisata alam potensial di kawasan hutan yang mampu menjadi daya tarik unggulan daerah apabila dikembangkan secara profesional dan berkesinambungan.
“Kami berharap kolaborasi ini dapat memperkuat pengembangan sektor pariwisata di Lumajang, khususnya wisata alam berbasis kawasan hutan. Dengan pengelolaan yang baik, wisata tidak hanya menjadi sumber pendapatan daerah, tetapi juga mampu membuka peluang ekonomi bagi masyarakat,” katanya.
Dalam pembahasan tersebut, kedua pihak juga menyoroti pentingnya promosi wisata yang lebih masif, peningkatan sarana dan prasarana pendukung, serta penguatan konsep wisata berbasis konservasi agar daya tarik wisata tetap terjaga tanpa merusak ekosistem hutan.
Selain itu, pengembangan wisata kawasan hutan dinilai sejalan dengan upaya memperkuat citra Kabupaten Lumajang sebagai daerah tujuan wisata alam di Jawa Timur. Dengan kekayaan bentang alam yang dimiliki, mulai pegunungan, hutan, hingga kawasan air terjun, Lumajang memiliki peluang besar untuk menarik wisatawan domestik maupun mancanegara.
Melalui sinergitas ini, Perhutani dan Dinas Pariwisata Kabupaten Lumajang berharap potensi wisata alam di kawasan hutan dapat berkembang lebih optimal, memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat, serta mendukung kemajuan sektor pariwisata daerah secara berkelanjutan dengan tetap menjaga kelestarian lingkungan.(Bernad)
