7 Fakta Unik tentang Teh, Minuman Paling Populer Kedua di Dunia
Dengarkan narasi artikel ini secara otomatis
Lumajang, satudetik.online - Selain air putih, teh menjadi minuman yang paling banyak dikonsumsi di dunia. Di Indonesia, teh hampir selalu hadir di setiap rumah, mulai dari teh tubruk hingga teh celup. Namun di balik kebiasaan tersebut, ada sejumlah fakta unik tentang teh yang jarang diketahui.
Berikut rangkumannya:
1. Berasal dari Satu Tanaman yang Sama
Teh hijau, teh hitam, teh putih, dan oolong ternyata berasal dari tanaman yang sama, yakni Camellia sinensis. Perbedaannya terletak pada proses oksidasi dan fermentasi daun.
2. Teh Hitam Disebut Teh Merah di China
Teh yang sehari-hari diminum masyarakat Indonesia umumnya adalah teh hitam. Namun di China, jenis tersebut justru disebut teh merah karena warna seduhannya.
3. Mengandung Kafein yang Lebih Ramah
Satu cangkir teh mengandung sekitar 30-50 mg kafein, jauh lebih rendah dari kopi yang mencapai 95 mg. Teh juga mengandung L-theanine yang memberikan efek tenang sehingga tidak membuat jantung berdebar.
4. Ditemukan Secara Tidak Sengaja
Teh celup ditemukan secara tidak sengaja pada 1908. Seorang importir teh asal Amerika Serikat, Thomas Sullivan, mengirim sampel teh menggunakan kantong sutra kecil. Pembelinya justru mencelupkan langsung kantong tersebut ke air panas.
5. Bisa Hambat Penyerapan Zat Besi
Mengonsumsi teh bersamaan dengan makan besar dapat menghambat penyerapan zat besi. Idealnya, beri jeda sekitar satu jam setelah makan sebelum minum teh.
6. Indonesia Masuk 10 Besar Produsen Dunia
Indonesia merupakan salah satu produsen teh terbesar di dunia. Sentra produksi berada di Jawa Barat, seperti Puncak, Pangalengan, dan Ciwidey, serta beberapa wilayah di Sumatera.
7. Turki Jadi Peminum Teh Terbanyak
Meski teh identik dengan Inggris, negara dengan konsumsi teh tertinggi per kapita di dunia adalah Turki. Masyarakat Turki bisa mengonsumsi hingga 3 kg teh per orang per tahun.
Itulah sejumlah fakta tentang teh. Minuman sederhana ini ternyata menyimpan sejarah dan manfaat yang panjang bagi kesehatan jika dikonsumsi dengan cara yang tepat. (Binar)
Bagaimana Tanggapan Anda?
Beri reaksi singkat untuk artikel ini. Klik kembali untuk membatalkan.
