• satudetik.online: cepat dan akurat • ekonomi global melonjak • teknologi baru seagma presence dirilis • timnas menang besar •

Billboard Space Iklan Premium

Posisi teratas paling strategis dengan impresi tertinggi. Tingkatkan jangkauan merek Anda di satudetik.online.

Hubungi Redaksi Kami
Redaksi Mengurai

BBM Langka, Antrean Panjang di SPBU Lumajang: Apa yang Harus Dilakukan Pemkab?

PENULIS: Redaksi
EDITOR: Teguh Eko Januari
2 hari yang lalu
1010 VIEWS
Dengarkan BeritaAudio AI

Dengarkan narasi artikel ini secara otomatis

BBM Langka, Antrean Panjang di SPBU Lumajang: Apa yang Harus Dilakukan Pemkab?

Lumajang, satudetik.onlineAntrean kendaraan di sejumlah SPBU Kabupaten Lumajang masih terjadi hingga hari keempat.

Pantauan di SPBU Bagusari, Kelurahan Jogotrunan, Rabu (9/9/2026) menunjukkan antrean Pertalite dan Pertamax memanjang hingga keluar area SPBU.

Kondisi serupa juga terjadi pada lapak BBM eceran di jalur menuju Jalan Lingkar Timur. Sejumlah lapak tampak tutup karena kehabisan stok.

Pertamina Patra Niaga dalam klarifikasinya menyebut antrean dipicu keterlambatan distribusi akibat kemacetan 12 km di jalur Ketapang, Banyuwangi, serta peningkatan konsumsi masyarakat karena kekhawatiran kelangkaan BBM.

Akibatnya tidak cuma antrean panjang, harga disejumlah lapak eceran ugal-ugalan. Tentu ini mengganggu ekonomi masyarakat.

Menanggapi kondisi ini, Pemkab Lumajang perlu segera mengambil langkah konkret agar antrean tidak semakin panjang dan aktivitas warga tidak terganggu.

Tidak bermaksud menggurui, redaksi satudetik perlu urun rembug.mungkin ini sudah dilakukan, tetapi tetap harus diurai agar segera tuntas.

Apa yang Harus Dilakukan Pemkab?

1. Jangka Pendek: Mengurai antrean dan menjaga ketertiban

Pemkab dapat berkoordinasi dengan Pertamina dan Polres Lumajang untuk pengaturan lalu lintas di titik rawan seperti SPBU Bagusari. Dishub dan Satpol PP perlu diterjunkan agar antrean tidak sampai ke jalan raya.

Selain itu, Pemkab perlu membuka posko informasi stok BBM harian melalui Diskominfo dan Disperindag. Himbauan resmi dari Bupati juga penting untuk menenangkan warga agar tidak panic buying. Sidak ke lapak BBM eceran juga perlu dilakukan untuk mencegah penimbunan.

2. Jangka Menengah: Menjaga distribusi dan komunikasi

Pemkab harus berkoordinasi dengan Pemprov Jatim, Pemkab Banyuwangi, dan kepolisian untuk pengawalan mobil tangki dari Terminal BBM Tanjungwangi.

Disperindag juga diminta memetakan SPBU yang paling sering kosong agar bisa jadi prioritas pengiriman Pertamina. Edukasi anti-penimbunan dan kanal pengaduan ke Call Center 135 perlu terus disosialisasikan.

3. Jangka Panjang: Antisipasi agar tidak terulang

Pemkab perlu mendorong Pertamina menambah kuota dan titik SPBU, khususnya di wilayah timur Lumajang seperti Jalan Lingkar Timur.

Bersama Pemprov, Pemkab juga bisa mengusulkan penguraian kemacetan di jalur nasional Ketapang-Banyuwangi yang menjadi penghambat utama distribusi.

Inti pesan Pemkab kepada masyarakat:

"Stok ada, distribusi sedang dipercepat. Jangan panik dan beli secukupnya. Kami bersama Pertamina memantau 24 jam."

Jika Pemkab cepat bergerak mengatur lalu lintas dan memperkuat komunikasi, antrean diyakini bisa lebih cepat terurai karena faktor terbesar saat ini adalah kepanikan warga. ***

Bagaimana Tanggapan Anda?

Beri reaksi singkat untuk artikel ini. Klik kembali untuk membatalkan.

Kembali ke Indeks

Berita Terkait

Rekomendasi Redaksi

Billboard Space Iklan Premium

Posisi teratas paling strategis dengan impresi tertinggi. Tingkatkan jangkauan merek Anda di satudetik.online.

Hubungi Redaksi Kami