Viral "Polri Paling Korup di Asia", Fakta atau Melebih-lebihkan?
Jakarta, satudetik.online – Unggahan yang menyebut Kepolisian Republik Indonesia atau Polri sebagai institusi kepolisian terkorup nomor satu di Asia kembali ramai di media sosial. Benarkah demikian?
Asal Mula Klaim Peringkat Pertama
Klaim tersebut merujuk pada data IndexMundi.com dalam survei Police Corruption Perceptions Index. Berdasarkan survei itu, Indonesia memperoleh skor 7,56 dan menempati urutan ke-18 dari 100 negara di dunia.
Untuk kawasan ASEAN, skor Indonesia menjadi yang tertinggi. Posisi berikutnya diisi Thailand dengan skor 7,40, Filipina 7,12, dan Malaysia 7,11.
Survei ini diajukan kepada warga dengan pertanyaan: “Seberapa besar masalah korupsi polisi di negara tempat tinggal Anda?” Hasilnya bersifat persepsi publik, bukan berdasarkan jumlah kasus atau vonis pengadilan.
"Se-Asia" atau "Se-Asia Tenggara"?
Pemeriksaan fakta menunjukkan, narasi "paling korup se-Asia" tidak tepat. Data IndexMundi hanya mencakup 7 negara ASEAN. Negara lain seperti Brunei Darussalam, Myanmar, Laos, dan Timor Leste tidak masuk dalam daftar.
Secara global, Indonesia berada di bawah Peru yang memiliki skor 7,63.
Catatan Penting dari Survei
1. Bukan Bukti Kasus: Indeks ini mengukur persepsi, bukan fakta hukum. Survei memiliki margin kesalahan 5,70 persen.
2. Data Lama Beredar Lagi: Informasi ini pertama kali viral pada Juni-Juli 2024, bukan data terbaru 2026.
3. Respons Publik: Sejumlah pengamat hukum, seperti Alvin Lim, menyoroti skor tinggi tersebut dan mendesak perbaikan di tubuh Polri.
Kesimpulannya, benar bahwa Polri mendapat skor tertinggi di ASEAN versi IndexMundi. Namun, menyebutnya "paling korup se-Asia" adalah tidak akurat karena cakupannya terbatas pada ASEAN dan metodenya berbasis persepsi masyarakat. ***
