1.256 Dokumen Jemaah Haji Lumajang Lolos Verifikasi Saudi
Jamaah haji saat di depan Pendopo Arya Wiraraja Lumajang
Lumajang, satudetik.online - Proses administrasi keberangkatan jemaah haji asal Kabupaten Lumajang tahun 2026 tuntas 100 persen.
Sebanyak 1.256 dokumen jemaah dinyatakan selesai diverifikasi setelah melalui tahapan validasi ketat dari otoritas Arab Saudi.
Keberhasilan tersebut dinilai mencerminkan peningkatan kualitas tata kelola pelayanan haji yang semakin profesional, akuntabel, dan berbasis sistem.
Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Lumajang, Umar Hasan, mengatakan proses validasi yang dilakukan menjadi bagian penting dalam menjaga ketertiban dan keamanan penyelenggaraan ibadah haji secara global.
“Memang sempat ada sekitar 380 visa yang tertolak pada tahap awal, namun itu bagian dari proses validasi. Seluruhnya sudah kami tindak lanjuti dan saat ini telah terselesaikan dengan baik,” ujar Umar Hasan, Rabu (6/5/2026).
Menurutnya, penolakan visa pada tahap awal umumnya disebabkan persoalan teknis administratif, seperti ketidaksesuaian standar foto hingga perbedaan penulisan nama antar dokumen.
Ia menegaskan, sistem verifikasi yang diterapkan tidak sekadar formalitas, melainkan untuk memastikan seluruh data jemaah benar-benar akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.
Untuk mempercepat penyelesaian kendala administrasi, jajaran Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Lumajang melakukan koordinasi lintas sektor hingga tingkat desa dan kecamatan.
Sinergi tersebut dinilai efektif mempercepat proses perbaikan dokumen tanpa menghambat tahapan keberangkatan berikutnya.
“Ini menjadi pembelajaran penting bahwa ketelitian dalam administrasi sangat menentukan kelancaran proses secara keseluruhan,” tambahnya.
Setelah tahapan administrasi selesai, para jemaah kini memasuki fase akhir persiapan sambil menunggu distribusi kartu nusuk dari embarkasi Surabaya.
Kartu nusuk merupakan identitas digital yang terintegrasi dengan sistem layanan ibadah di Arab Saudi. Kartu tersebut akan memudahkan akses jemaah ke berbagai fasilitas, termasuk Masjidil Haram.
Distribusi kartu nusuk yang dilakukan lebih awal tahun ini juga menjadi bagian dari upaya peningkatan kualitas pelayanan serta meminimalkan potensi kendala teknis di lapangan.
Pemerintah Kabupaten Lumajang memastikan seluruh jemaah kini tidak hanya siap secara administratif, tetapi juga memperoleh jaminan layanan yang lebih tertib, aman, dan nyaman selama menjalankan ibadah di Tanah Suci.
Keberhasilan penyelesaian dokumen tersebut sekaligus menjadi bentuk edukasi publik bahwa ketertiban administrasi merupakan fondasi penting dalam menghadirkan pelayanan haji yang berkualitas dan berkeadilan.(har)
