TP PKK Lumajang Tancap Gas Usai Anggaran Disahkan, Dewi: Program Harus Berdampak Nyata
Dengarkan narasi artikel ini secara otomatis
Cepat dan Akurat
satudetik.online • cepat dan akurat
Dengarkan narasi artikel ini secara otomatis
Waktu baca sekitar 2 menit
Lumajang, satudetik.online — Pengesahan perubahan anggaran bukan menjadi akhir dari proses perencanaan. Bagi Tim Penggerak PKK Kabupaten Lumajang, pengesahan tersebut justru menjadi titik awal untuk memastikan setiap program segera berjalan dan memberikan dampak yang bisa dirasakan langsung masyarakat.
Dewi meminta seluruh jajaran tidak berlama-lama setelah anggaran disahkan. Pelaksanaan kegiatan harus segera dipercepat dengan tetap memperhatikan sasaran dan hasil yang ingin dicapai.
“Setelah anggaran disahkan, jangan berhenti di perencanaan. Ini waktunya kita bergerak, melakukan percepatan, tetapi tetap harus jelas apa yang ingin dicapai dan siapa yang merasakan manfaatnya,” ujar Dewi, Sabtu (26/9/2026).
Menurut Dewi, keberhasilan program PKK tidak cukup hanya diukur dari berapa banyak kegiatan yang terlaksana. Ukuran yang lebih penting adalah perubahan yang muncul setelah program tersebut dijalankan.
“Jangan sampai kita hanya menghitung berapa kegiatan yang sudah dilaksanakan. Yang lebih penting adalah dampaknya. Apakah Posyandu semakin aktif, apakah angka stunting menurun, apakah kegiatan ekonomi masyarakat bertambah, dan apakah anak-anak yang tidak sekolah bisa berkurang,” katanya.
Ia menegaskan, percepatan pelaksanaan program bukan berarti seluruh kegiatan dilakukan secara terburu-buru. Setiap kegiatan harus memiliki sasaran yang jelas sehingga anggaran yang telah disiapkan benar-benar menghasilkan manfaat bagi masyarakat.
“Yang kita kejar bukan sekadar cepat selesai, tetapi cepat memberikan hasil. Jadi setiap kegiatan harus punya target dan bisa kita lihat perubahan konkretnya di masyarakat,” tegasnya.
Dewi juga mendorong agar masyarakat tidak hanya ditempatkan sebagai penerima manfaat. Keterlibatan warga dinilai penting agar program yang dijalankan memiliki keberlanjutan dan tidak berhenti setelah kegiatan selesai.
Karena itu, ia meminta seluruh kelompok kerja TP PKK memperkuat kolaborasi. Menurutnya, persoalan yang dihadapi masyarakat saling berkaitan sehingga tidak bisa diselesaikan secara terpisah oleh satu kelompok kerja saja.
“Pokja tidak boleh berjalan sendiri-sendiri. Kita harus saling menguatkan, karena satu persoalan di masyarakat bisa berkaitan dengan persoalan lainnya. Kalau kita bekerja bersama, potensi dan sumber daya yang ada bisa lebih maksimal,” ungkapnya.
Selain pelaksanaan kegiatan, Dewi menekankan pentingnya edukasi kepada masyarakat. Setiap program diharapkan tidak hanya menghasilkan kegiatan sesaat, tetapi juga meningkatkan pengetahuan dan kemampuan warga agar dapat melanjutkan manfaat program secara mandiri.
“Edukasi juga penting. Masyarakat harus memahami kenapa program itu dilakukan dan bagaimana mereka bisa ikut mengambil peran. Dengan begitu, program PKK tidak berhenti pada kegiatan, tetapi bisa menjadi gerakan yang terus hidup di masyarakat,” pungkasnya.
(Bernad)
Beri reaksi singkat untuk artikel ini. Klik kembali untuk membatalkan.