Tim Abdimas Unej Kenalkan Pangan Lokal untuk Cegah Stunting di Lumajang
Dengarkan narasi artikel ini secara otomatis
Cepat dan Akurat
satudetik.online • cepat dan akurat
Dengarkan narasi artikel ini secara otomatis
Waktu baca sekitar 3 menit
Lumajang, satudetik.online - Program Studi D3 Keperawatan Fakultas Keperawatan Universitas Jember Kampus Lumajang melalui Kelompok Riset Maternity and Child Health Studies (MaCHS) melaksanakan pengabdian kepada masyarakat dengan mengimplementasikan model Agronursing Care for Children (ANCC) di Desa Kutorenon, Kecamatan Sukodono, Kabupaten Lumajang.
Kegiatan ini melibatkan 30 ibu balita dan kader posyandu sebagai peserta aktif dalam upaya meningkatkan pengetahuan dan keterampilan keluarga terkait tumbuh kembang balita serta pemanfaatan pangan lokal.
Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan keberdayaan keluarga dan kader dalam mengoptimalkan tumbuh kembang balita melalui pemantauan pertumbuhan dan perkembangan, edukasi gizi dan stimulasi, serta praktik pengolahan menu sehat berbasis pangan lokal.
Model ANCC dikembangkan sebagai pendekatan pemberdayaan keluarga yang mengintegrasikan aspek kesehatan anak dengan pemanfaatan sumber daya pangan lokal yang tersedia di masyarakat.
Rangkaian kegiatan diawali dengan asesmen sederhana tumbuh kembang balita dan identifikasi kebutuhan keluarga.

Selanjutnya, peserta mengikuti edukasi interaktif mengenai tumbuh kembang balita, kebutuhan gizi, stimulasi sesuai usia, serta pentingnya keterlibatan keluarga dalam pemantauan kesehatan anak.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan demonstrasi pengolahan menu sehat berbasis pangan lokal yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari sesuai dengan kondisi dan kemampuan keluarga.
Selama kegiatan berlangsung, ibu balita dan kader tidak hanya menerima materi, tetapi juga terlibat aktif dalam diskusi, praktik pemantauan tumbuh kembang, serta penyusunan dan pengolahan menu berbasis pangan lokal.

Pendekatan praktik langsung diharapkan dapat meningkatkan kemampuan peserta untuk menerapkan pengetahuan yang diperoleh di lingkungan keluarga maupun kegiatan posyandu.
Evaluasi kegiatan dilakukan melalui pre-test dan post-test pengetahuan. Berdasarkan hasil evaluasi deskriptif terhadap 35 responden, terjadi peningkatan nilai rata-rata pengetahuan dari 13,00 pada pre-test menjadi 14,50 pada post-test.
Nilai minimum juga meningkat dari 9 menjadi 12, sedangkan nilai maksimum tetap 15. Hasil tersebut menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta setelah mengikuti kegiatan pengabdian.
Selain peningkatan pengetahuan, kegiatan ini juga diarahkan untuk meningkatkan keterampilan dan keberdayaan mitra.
Peserta dilibatkan dalam praktik pemantauan tumbuh kembang balita dan pemanfaatan pangan lokal sebagai bagian dari upaya mendukung pemenuhan gizi anak.
Kader posyandu juga mendapatkan peran penting sebagai pendamping keberlanjutan program, sehingga penerapan pengetahuan dan keterampilan dapat terus dilakukan setelah kegiatan pengabdian selesai.
Implementasi ANCC menjadi salah satu bentuk inovasi dalam pengembangan agronursing berbasis keluarga dan komunitas.
Pemanfaatan pangan lokal tidak hanya diarahkan untuk memenuhi kebutuhan gizi balita, tetapi juga menjadi bagian dari strategi pemberdayaan masyarakat dalam meningkatkan kesehatan anak.
Melalui pendekatan ini, keluarga diharapkan mampu memanfaatkan sumber daya yang tersedia di lingkungan sekitar secara lebih optimal, terjangkau, dan sesuai dengan kondisi keluarga.
Sebagai tindak lanjut, program ANCC akan diarahkan pada penguatan peran kader dan keluarga dalam pemantauan tumbuh kembang serta penerapan menu sehat berbasis pangan lokal secara berkelanjutan.
Kader posyandu diharapkan dapat menjadi mitra pendamping bagi keluarga dalam menerapkan hasil edukasi dan praktik yang telah diperoleh.
Kegiatan ini diharapkan dapat mendukung upaya mempertahankan capaian kesehatan anak di Desa Kutorenon sekaligus mendorong terwujudnya keluarga berdaya dan balita yang tumbuh serta berkembang secara optimal.***
Penulis: Riris Chintya Helieniastuti, S.Kep., Ns., M.N.Sc. (Dosen Keperawatan)
Beri reaksi singkat untuk artikel ini. Klik kembali untuk membatalkan.