• satudetik.online: cepat dan akurat • ekonomi global melonjak • teknologi baru seagma presence dirilis • timnas menang besar •
Hukum & Kriminalitas

Teror Pelemparan Kaca Mobil Meluas ke Lumajang Utara, Warga Soroti Kinerja Polisi dan Pemerintah Daerah

PENULIS: Bernad
EDITOR: Teja Ripta
8 Mei 2026
345 VIEWS
Teror Pelemparan Kaca Mobil Meluas ke Lumajang Utara, Warga Soroti Kinerja Polisi dan Pemerintah Daerah

Mobil ekspedisi J&T dengan nomor polisi L 8193 GH yang menjadi korban aksi pelemparan batu.

Lumajang, satudetik.online - Kasus pelemparan kaca mobil yang beberapa pekan terakhir meresahkan warga Kabupaten Lumajang, kini semakin meluas.

Jika sebelumnya aksi teror tersebut lebih banyak terjadi di wilayah Lumajang bagian selatan, kini kejadian serupa dilaporkan terjadi di wilayah utara, tepatnya di Kecamatan Randuagung, pada Jumat (8/5/2026) dini hari.

Sebuah mobil ekspedisi J&T dengan nomor polisi L 8193 GH menjadi korban aksi pelemparan batu oleh orang tak dikenal saat melintas di kawasan tersebut.

Batu yang menghantam bagian depan kendaraan menyebabkan kaca mobil pecah hingga hancur.

Beruntung dalam insiden itu tidak sampai menimbulkan korban jiwa, namun kejadian tersebut menambah panjang daftar aksi kriminal jalanan yang dinilai semakin membahayakan pengguna jalan, terutama pada malam hingga dini hari.

Warga setempat mengaku resah dan khawatir dengan kondisi keamanan yang dinilai semakin memburuk.

Mereka menilai aksi pelemparan bukan lagi sekadar kenakalan remaja, melainkan sudah masuk kategori tindak kriminal yang mengancam keselamatan masyarakat.

“Miris ya, hingga detik ini kinerja polisi dan pemerintah daerah itu apa? Mana keamanan yang selama ini digembar-gemborkan,” ungkap Rejo, warga Randuagung, dengan nada kecewa.

Menurutnya, aparat penegak hukum harus segera mengambil langkah konkret sebelum kejadian serupa memakan korban jiwa.

Ia berharap patroli malam ditingkatkan, terutama di jalur-jalur rawan yang sering dilalui kendaraan logistik dan pengendara roda dua.

Kekecewaan serupa juga disampaikan Doddy, warga lainnya. Ia mengaku prihatin karena belakangan aksi kriminal di Lumajang dinilai semakin marak terjadi. Mulai dari pencurian, pembegalan, hingga pelemparan kendaraan kini menjadi perbincangan masyarakat di berbagai wilayah.

“Kalau dibiarkan terus, masyarakat akan takut bepergian malam hari. Ini bukan kejadian pertama dan seolah pelaku merasa bebas karena belum tertangkap,” katanya.

Sejumlah warga mendesak aparat kepolisian segera mengungkap pelaku dan motif di balik aksi teror tersebut.

Mereka juga meminta pemerintah daerah tidak hanya memberikan imbauan, tetapi turut menghadirkan solusi nyata untuk menjamin keamanan masyarakat.

Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian terkait identitas pelaku maupun dugaan motif pelemparan. Namun warga berharap aparat segera meningkatkan pengawasan di titik-titik rawan demi mencegah terulangnya kejadian serupa.

Kasus ini pun menjadi alarm serius bagi keamanan wilayah Kabupaten Lumajang. Di tengah aktivitas masyarakat yang terus berjalan, rasa aman di jalan raya kini menjadi kebutuhan mendesak yang harus segera dijawab oleh aparat dan pemerintah daerah. (Bernad)