Kronologi Lengkap Akun IG Ahmad Dhani Diretas: Tuding Ada Pembunuh Bayaran, Lapor Bareskrim, hingga Disita Mulan Jameela
Ilustrasi Meta
Jakarta, satudetiik.online - Kabar hilangnya akun Instagram Ahmad Dhani jadi salah satu berita seleb paling panas hari ini.
Pentolan Dewa 19 sekaligus anggota DPR RI itu menduga ada sindikat besar di balik peretasan akunnya, bahkan menyebut ada upaya pembungkaman.
Awal Mula: Akun IG Hilang Mendadak
Kasus ini mencuat setelah akun Instagram pribadi Ahmad Dhani tiba-tiba tidak bisa diakses.
Dhani langsung curiga ada peretasan. Ia menyebut pelakunya bukan hacker biasa, melainkan sindikat yang terorganisir..
Lapor ke Bareskrim Polri, Konsultasi Ahli Siber
Pada 8 Mei 2026, Ahmad Dhani resmi mendatangi Bareskrim Polri.
Ia berkonsultasi dengan ahli siber untuk melacak sindikat peretas. Langkah ini diambil agar dalang di balik hilangnya akun tersebut bisa segera terungkap.
Hingga kini proses penyelidikan masih berjalan dan belum ada update apakah akunnya sudah pulih.
Kena Semprot Mulan Jameela, Akun Akhirnya Disita
Masalah tak berhenti di ranah hukum. Di rumah, Ahmad Dhani kena semprot Mulan Jameela gara-gara kasus hack ini.
Mulan disebut kesal karena akun IG suaminya yang dipakai untuk urusan pekerjaan dan politik jadi sasaran peretas.
Ujungnya, Dhani pasrah saat akun media sosialnya disita sang istri untuk diamankan sementara.
Drama dengan Maia Estianty Kembali Panas
Di tengah kasus peretasan, nama Maia Estianty kembali terseret.
Ahmad Dhani mengaku sudah muak dan ogah ketemu lagi dengan mantan istrinya itu.
Ia bahkan sudah menyiapkan strategi khusus agar tidak berpapasan dengan Maia di pernikahan Dul Jaelani yang akan datang.
Dhani juga menyinggung dapat omongan dari Ari Lasso karena Maia masih membawa-bawa namanya di ajang Indonesian Idol.
Apa Selanjutnya?
Sampai saat ini belum ada konfirmasi resmi dari pihak kepolisian soal pelaku peretasan.
Publik masih menunggu apakah akun IG Ahmad Dhani bisa kembali pulih dan siapa sindikat yang dimaksud Dhani.
Kasus ini jadi pengingat bahwa figur publik rawan jadi target serangan siber, apalagi yang aktif bersuara soal isu sensitif. (Binar)
Dirangkum dari berbagai sumber
