Suhu 20°C Gigit Tulang, Warga Lumajang Bertanya: Hawa Dingin Ini Kapan Berakhir?
Lumajang, satudetik.online – Sepekan terakhir, udara malam di Kabupaten Lumajang terasa lebih menusuk dari biasanya. Suhu anjlok hingga 20°C sampai 22°C, membuat warga berburu selimut dan jaket tebal.
Berdasarkan data prakiraan cuaca terkini, Lumajang saat ini berada pada suhu 20°C dengan kelembapan mencapai 88% pada malam hari.
Puncaknya terjadi sekitar pukul 01.00 WIB dengan suhu terendah 22°C. Untuk siang hari, suhu tertinggi diprediksi mencapai 31°C.
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika menjelaskan bahwa suhu dingin pada Juni hingga Agustus merupakan fenomena normal.
Pada periode ini, langit yang cerah dan angin yang tenang pada malam hari menyebabkan pelepasan panas bumi berlangsung cepat. Akibatnya, suhu udara turun drastis saat matahari terbenam.
“Hawa dingin seperti ini umumnya terjadi sepanjang musim kemarau, terutama Juni sampai Agustus. Wilayah Lumajang bagian atas seperti Senduro, Gucialut dan lereng Semeru akan merasakan dampaknya lebih kuat,” ujar seorang pengamat cuaca lokal, Rabu (1/7/2026).
Prakiraan menunjukkan suhu dingin 20°C-an masih akan bertahan beberapa hari ke depan.
Suhu baru akan berangsur menghangat saat memasuki masa peralihan menuju musim hujan, yakni pada September hingga Oktober 2026.
Meski demikian, warga di dataran tinggi diminta tetap waspada. Perbedaan ketinggian tempat dapat membuat suhu jauh lebih rendah dibandingkan di pusat kota Lumajang.
Turunnya suhu udara ini juga berdampak pada aktivitas masyarakat. Petani di wilayah pegunungan harus lebih memperhatikan kondisi tanaman yang rentan terhadap udara dingin.
Sementara itu, sektor pariwisata di area Ranu Kumbolo dan Bromo diperkirakan justru mendapat keuntungan karena banyak wisatawan mencari sensasi udara dingin.
BMKG mengimbau masyarakat untuk menjaga kesehatan, terutama kelompok rentan seperti anak-anak dan lansia, agar terhindar dari penyakit akibat perubahan suhu ekstrem.(Binar)
