Ironi Seragam Gratis Lumajang: Dibagikan Oktober, Siswa Sudah Masuk Sejak Juli
Dengarkan narasi artikel ini secara otomatis
Cepat dan Akurat
satudetik.online • cepat dan akurat
Dengarkan narasi artikel ini secara otomatis
Waktu baca sekitar 2 menit
Lumajang, satudetik.online — Program bantuan seragam gratis bagi siswa baru di Kabupaten Lumajang menjadi sorotan. Memasuki pertengahan semester, seragam yang bertujuan meringankan beban orang tua itu belum juga diterima.
Ironisnya, sebagian siswa sudah membeli seragam secara mandiri sejak awal tahun ajaran.
Sementara itu, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Lumajang menyebut proses bantuan masih dalam tahap uji laboratorium.
Kepala Dindikbud Lumajang, Patria Dwi Hastiadi, saat dikonfirmasi melalui WhatsApp mengungkapkan distribusi baru direncanakan pada Oktober 2026.
"Saat ini masih tahap uji laboratorium, setelah uji lab selesai dan penilaian tim ahli sesuai, akan kita jadwalkan distribusi di bulan Oktober," ujar Patria.
Pernyataan tersebut menimbulkan pertanyaan soal waktu pengadaan. Siswa baru tahun ajaran 2026/2027 telah mulai belajar sejak Juli lalu.
Saat ditanya penyebab keterlambatan, Patria menyebut tidak ada kendala khusus. Menurutnya, proses pengadaan harus menunggu data siswa baru selesai.
"Tidak ada kendala, memang prosesnya menunggu data siswa baru selesai. Mungkin tahun depan akan kita coba direncanakan pengadaan mendahului sebelum penerimaan siswa baru," katanya.
Ia menjelaskan ada dua opsi dalam menentukan waktu pengadaan.
"Belum, memang ada 2 opsi: 1. Menunggu data siswa SPMB fix berarti pengadaan sedikit terlambat. 2. Pengadaan mendahului, dengan data siswa sasaran masih estimasi," jelasnya.
Siswa Telanjur Beli Seragam
Persoalan muncul ketika bantuan baru dibagikan Oktober, sementara siswa sudah menjalani pembelajaran selama berbulan-bulan.
Sejumlah orang tua bahkan sudah membeli seragam secara mandiri.
"Anak saya sudah beli 2 stel seragam, sudah dipakai 3 bulan. Kalau bantuan baru datang Oktober, buat apa?" keluh salah satu wali murid SMP Negeri di Lumajang.
Kondisi tersebut menjadi perhatian karena program seragam gratis diharapkan dapat mengurangi beban keluarga, khususnya yang membutuhkan. Ketika bantuan datang setelah orang tua telanjur membeli, efektivitas program pun dipertanyakan.
Publik Minta Pengadaan Dibuka Transparan
Selain waktu distribusi, publik juga menunggu keterbukaan proses pengadaan.
Beberapa informasi yang dinilai penting untuk dibuka antara lain total anggaran program tahun 2026, penyedia atau rekanan pemenang pengadaan, lokasi dan waktu pelaksanaan uji laboratorium, serta jumlah sasaran penerima.
Kejelasan informasi tersebut diperlukan agar masyarakat mengetahui bagaimana proses pengadaan berjalan hingga distribusi baru dijadwalkan Oktober.
Dindikbud Lumajang diharapkan dapat memberikan penjelasan terbuka terkait tahapan pengadaan, hasil uji laboratorium, jumlah penerima, hingga alasan distribusi baru dilakukan beberapa bulan setelah tahun ajaran dimulai.(Bernad)
Beri reaksi singkat untuk artikel ini. Klik kembali untuk membatalkan.