• satudetik.online: cepat dan akurat • ekonomi global melonjak • teknologi baru seagma presence dirilis • timnas menang besar •

Billboard Space Iklan Premium

Posisi teratas paling strategis dengan impresi tertinggi. Tingkatkan jangkauan merek Anda di satudetik.online.

Hubungi Redaksi Kami
Hukum & KriminalitasViral

Kasus Kematian Sekdin PRKP Bangkalan di Bandara Juanda: Polisi Temukan Luka dan Dugaan Mati Lemas

PENULIS: Binar
EDITOR: Teguh Eko Januari
28 Juni 2026
5 VIEWS
Kasus Kematian Sekdin PRKP Bangkalan di Bandara Juanda: Polisi Temukan Luka dan Dugaan Mati Lemas

Saat petugas evakuasi korban di parkiran Terminal 1 Bandara Juanda, Sidoarjo, pada Rabu, 24/6/2026.

Lumajang, satudetik.online – Kasus meninggalnya Rully Yunis Setiawati, Sekretaris Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Kabupaten Bangkalan, memasuki babak baru.

Jenazah pejabat eselon III itu ditemukan di dalam kendaraan dinas di parkiran Terminal 1 Bandara Juanda, Sidoarjo, pada Rabu, 24/6/2026.

Temuan Tim Forensik
Otopsi yang dilakukan RS Bhayangkara Pusdik Sabhara Porong menghasilkan beberapa catatan medis.

Tim ahli menemukan tanda-tanda tubuh kekurangan oksigen, atau asfiksia. Indikatornya meliputi pembuluh darah mata melebar, bibir kebiruan, serta sumbatan darah di saluran napas dan lambung.

Selain itu, ada luka sobek pada daun telinga kiri. Pihak rumah sakit menduga luka tersebut disebabkan benturan benda keras.

“Kami menemukan luka robek di telinga kiri akibat kekerasan benda tumpul,” jelas AKBP Ni Made Wiatini selaku Humas RS Bhayangkara, Kamis (25/6/2026).

Dokter juga memperkirakan korban telah meninggal 2 sampai 3 hari sebelum dievakuasi.

Untuk memastikan penyebab, sampel organ korban sudah dikirim ke Labfor Surabaya guna uji toksikologi.

Tiga Hal Janggal yang Disorot
Penyidik kini fokus pada beberapa fakta di lapangan.

1. Durasi parkir lama: Mobil Kijang Innova pelat merah M 1090 GP milik Pemkab Bangkalan sudah berada di area parkir sejak Sabtu, 20/6/2026 pukul 16.00 WIB.

2. Letak jenazah: Korban ditemukan di kursi depan kiri dalam kondisi sandaran kursi rebah.

Posisi ini membuat kuasa hukum keluarga menduga ada orang lain yang membawa mobil tersebut.

3. Barang bukti utuh: Ponsel, dompet, KTP, dan dokumen lain milik korban masih berada di dalam mobil. Semua sudah disita penyidik. Rekaman CCTV bandara juga ikut ditelusuri.

“Posisi korban di kursi penumpang. Berarti ada yang menyetir. Ini harus dijelaskan lewat penyelidikan,” kata Risang Bima Wijaya, pengacara keluarga.

Penyelidikan Masih Berjalan
Meski hasil awal mengarah pada asfiksia dan ada luka luar, kepolisian belum menyimpulkan penyebab kematian. Semua data, termasuk hasil lab, masih dianalisis.

Rully dimakamkan di Bangkalan pada Kamis pagi, 25/6/2026, usai otopsi selesai. Keluarga berharap proses hukum berjalan terang agar penyebab sebenarnya terungkap, apakah karena sakit atau faktor lain.

Pihak Bandara Juanda telah mengonfirmasi kejadian tersebut. Saat ini, polisi masih menelusuri saksi dan rekaman kamera pengawas.(Binar-Run)

Billboard Space Iklan Premium

Posisi teratas paling strategis dengan impresi tertinggi. Tingkatkan jangkauan merek Anda di satudetik.online.

Hubungi Redaksi Kami