Pergi Usai Bertengkar, Remaja 15 Tahun Berakhir di Kebun Kopi Randuagung
Dengarkan narasi artikel ini secara otomatis
Cepat dan Akurat
satudetik.online • cepat dan akurat
Dengarkan narasi artikel ini secara otomatis
Waktu baca sekitar 3 menit
Lumajang, satudetik.online — Kepergian RR (15), remaja asal Desa Tunjung, Kecamatan Randuagung, Kabupaten Lumajang, yang berlangsung hampir sepekan berakhir dengan kabar duka. RR ditemukan meninggal dunia di jalan setapak sebuah kebun kopi di Desa Salak, Kecamatan Randuagung, Jumat (25/9/2026) pagi.
Temuan itu bermula ketika seorang warga mendatangi kawasan kebun sekitar pukul 08.00 WIB. Di salah satu jalan setapak, warga tersebut melihat seorang remaja tergeletak. Setelah didekati, diketahui remaja itu sudah dalam keadaan meninggal dunia.
Identitas korban kemudian diketahui sebagai RR. Saat ditemukan, korban mengenakan kaus hitam, jaket hitam, dan celana pendek berbahan jins.
Humas Polres Lumajang Ipda Suprapto mengatakan keberadaan RR sebelumnya memang sempat tidak diketahui keluarga. Korban meninggalkan rumah pada Jumat (18/9/2026) sekitar pukul 09.00 WIB.
Sebelum pergi, RR diketahui terlibat pertengkaran dengan keluarganya. Setelah itu, korban mengambil sepeda motor Yamaha Vega warna biru tanpa nomor polisi dan meninggalkan rumah tanpa berpamitan.
"Informasinya, korban meninggalkan rumah setelah terjadi pertengkaran dengan keluarganya. Saat pergi, korban menggunakan sepeda motor Yamaha Vega warna biru dan tidak menyampaikan kepada keluarga hendak pergi ke mana," kata Suprapto.
Enam hari kemudian, keberadaan kendaraan yang digunakan korban justru lebih dulu ditemukan. Pada Kamis (24/9/2026) sekitar pukul 10.30 WIB, warga menemukan sepeda motor Yamaha Vega warna biru di Desa Sumberwringin, Kecamatan Klakah.
Motor tersebut kemudian dibawa dan diserahkan kepada Polsek Klakah untuk diamankan. Kendaraan ditemukan tanpa keberadaan pemiliknya.
"Motor tersebut kemudian diamankan di Polsek Klakah setelah ditemukan warga. Saat itu, korban tidak ada bersama kendaraan tersebut," ujar Suprapto.
Sehari setelah motor ditemukan, kabar mengenai RR datang dari kawasan kebun kopi Desa Salak. Warga yang awalnya hanya hendak beraktivitas di kebun justru menemukan korban dalam kondisi sudah meninggal dunia.
Informasi penemuan tersebut kemudian diteruskan kepada warga sekitar dan keluarga korban. Keluarga bersama masyarakat mendatangi lokasi dan mengevakuasi korban menggunakan tandu sebelum dibawa pulang.
Jarak waktu antara korban meninggalkan rumah, ditemukannya sepeda motor di wilayah Klakah, hingga korban ditemukan di kebun Desa Salak menjadi rangkaian penting dalam peristiwa tersebut. Namun, keterangan yang diterima belum menjelaskan bagaimana korban bisa berada di lokasi penemuan.
Polisi juga belum menyampaikan penyebab pasti kematian korban maupun adanya dugaan tindak pidana dalam kejadian tersebut. Dengan demikian, belum ada dasar untuk menyimpulkan apa yang terjadi terhadap RR sebelum ditemukan di kebun.
Suprapto menambahkan, keluarga korban telah menerima kejadian tersebut dan membuat pernyataan.
RR kemudian dibawa pulang oleh keluarga bersama masyarakat. Peristiwa tersebut meninggalkan duka bagi keluarga, sementara rangkaian keberadaan korban sejak meninggalkan rumah hingga ditemukan di kebun kopi menjadi bagian dari kejadian yang tercatat dalam laporan kepolisian. (Bernad)
Beri reaksi singkat untuk artikel ini. Klik kembali untuk membatalkan.