Aktivitas Malam Terganggu, Warga Lumajang Matikan Lampu Akibat Invasi Semut Terbang
Dengarkan narasi artikel ini secara otomatis
Cepat dan Akurat
satudetik.online • cepat dan akurat
Dengarkan narasi artikel ini secara otomatis
Waktu baca sekitar 2 menit
Lumajang, satudetik.online — Usai hujan deras semalam, sejumlah permukiman warga di Kabupaten Lumajang diserang kawanan semut terbang, Senin malam (27/10/2026).
Serangga bersayap tersebut terlihat mengerumuni lampu rumah warga hingga masuk ke dalam rumah dalam jumlah banyak.
Fenomena ini dilaporkan hampir merata di beberapa kecamatan. Warga mengeluhkan keberadaan semut terbang yang mengganggu aktivitas di dalam rumah, terutama pada malam hari.
"Di wilayahku sama, ini terpaksa matikan lampu," ujar Nurul, warga Gang 2, Kelurahan Ditotrunan.
Salah satu warga Perumahan Plataran Randu Regency Sumberejo Kecamatan Sukodono juga mengaku kaget karena jumlahnya jauh lebih banyak dari biasanya.
Semut bersayap tersebut menempel di dinding, plafon, dan berjatuhan di lantai dengan sayap yang rontok.
Penyebab: Musim Kawin di Awal Penghujan
Fenomena tersebut merupakan siklus tahunan yang lazim terjadi pada awal musim penghujan. Peningkatan kelembaban tanah dan suhu hangat menjadi pemicu koloni semut untuk melakukan penerbangan kawin atau nuptial flight.
Pada fase ini, ratu dan semut jantan yang memiliki sayap keluar dari sarang secara bersamaan untuk mencari pasangan. Karena keluar dalam waktu yang bersamaan, fenomena ini terasa seperti serangan serentak di satu wilayah.
Selain faktor cuaca, serangga ini memiliki sifat fototaksis positif atau tertarik pada cahaya terang. Lampu rumah warga yang terang, terutama lampu putih, menjadi penarik utama bagi kawanan semut terbang di malam hari.
Kondisi lingkungan Lumajang yang masih banyak terdapat lahan kebun, kayu lapuk, dan area hutan Perhutani juga menjadi habitat ideal bagi koloni semut untuk berkembang.
Tidak Berbahaya, Puncaknya 2-3 Hari
Meski mengganggu, keberadaan semut terbang tersebut tidak berbahaya dan tidak menggigit. Siklus penerbangan ini biasanya hanya berlangsung 2 hingga 3 hari pada puncak musim.
Setelah menemukan pasangan, semut terbang akan merontokkan sayapnya sendiri dan kembali masuk ke dalam tanah untuk membentuk koloni baru.
Cara Mengatasi
Masyarakat diimbau untuk tidak panik dan tidak menyemprotkan obat anti serangga secara berlebihan di dalam rumah.
Beberapa langkah yang dapat dilakukan:
1. Mematikan lampu luar berwarna putih pada pukul 18.30 hingga 20.30 WIB, yang merupakan jam puncak penerbangan.
2. Mengganti dengan lampu berwarna kuning yang lebih redup.
3. Menaruh baskom berisi air dan sedikit sabun di bawah sumber cahaya untuk menjebak semut terbang.
4. Menutup rapat ventilasi dan jendela yang berdekatan dengan lampu.
Warga diharapkan tetap tenang dan menjaga kebersihan rumah dengan menyapu rontokan sayap pada pagi hari. (Binar)
Beri reaksi singkat untuk artikel ini. Klik kembali untuk membatalkan.