Polisi Buru Oknum Perangkat Desa Diduga Otak Komplotan Pencurian Sapi di Lumajang
Kasat Reskrim Polres Lumajang ketika memberikan keterangan kepada awak media
Lumajang, satudetik.online – Satreskrim Polres Lumajang masih memburu seorang oknum perangkat desa berinisial WK, warga Desa Papringan, Kecamatan Klakah, yang diduga menjadi salah satu otak komplotan pencurian sapi di wilayah Kabupaten Lumajang.
Kasus ini terbongkar setelah polisi menangkap tiga pelaku dalam waktu kurang dari delapan jam. Ketiganya adalah FID (23), FIK (27), dan FUR (23) di tiga lokasi berbeda.
Kasatreskrim Polres Lumajang AKP Muhammad Ari Nuzul Aulia, Minggu (12/7/2026), mengatakan dari hasil penyelidikan, aksi pencurian sapi di kawasan Lumajang utara diduga dikendalikan oleh Bambang Kuncoro alias Taki (25) bersama WK. Keduanya kini masuk daftar pencarian orang dan masih dalam pengejaran polisi.
Menurut Ari, WK diduga berperan menjemput para pelaku menggunakan mobil Daihatsu Ayla berwarna merah serta memantau situasi di sekitar kebun tebu saat komplotannya beraksi mencuri sapi milik Nami, warga Desa Pajarakan, Kecamatan Randuagung.
"Setelah sapi berhasil dicuri, hewan tersebut disembunyikan terlebih dahulu di ladang tebu. Kemudian diangkut menggunakan truk ke rumah Bambang untuk dijual seharga Rp7 juta," ujar Ari.
Hasil penjualan sapi itu kemudian dibagi kepada para pelaku. Sebagian uang juga diduga diberikan kepada WK sebagai imbalan karena menyediakan kendaraan yang digunakan dalam aksi tersebut.
Polisi juga mengungkap komplotan ini merupakan bagian dari kelompok Bambang Cs yang sebelumnya pernah dikaitkan dengan kepemilikan senjata api rakitan.
Hingga kini, Satreskrim Polres Lumajang masih terus memburu Bambang Kuncoro alias Taki dan WK untuk mengungkap jaringan pencurian sapi tersebut secara menyeluruh dan mempertanggungjawabkan perbuatannya sesuai hukum yang berlaku.(Bernad)
