Stok Batubara Menipis, PLN Terapkan Pemadaman Bergilir di Jawa-Bali
Ilustrasi
Jakarta, satudetik.online – PT PLN (Persero) mulai memberlakukan pemadaman listrik bergilir di sistem interkoneksi Jawa-Madura-Bali sejak Senin (8/6/2026).
Kebijakan darurat ini diambil akibat defisit pasokan listrik yang mencapai 750 MW pada siang hari dan melonjak hingga 1.500 MW saat beban puncak malam.
Defisit terjadi karena cadangan batubara di sejumlah Pembangkit Listrik Tenaga Uap menurun drastis.
Data per 9 Juni 2026 menunjukkan stok batubara PLTU penting seperti Paiton, Indramayu, dan Pelabuhan Ratu hanya cukup untuk 11-12 hari operasi. Angka tersebut jauh di bawah batas minimal 26 hari sesuai ketentuan.
Kondisi tersebut tidak hanya dialami pembangkit milik PLN Group, tetapi juga PLTU yang dioperasikan perusahaan swasta atau Independent Power Producer.
Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat (19/6/2026) malam, menjelaskan PLN bersama pemasok dan IPP mempercepat penyaluran batubara jenis medium ke seluruh PLTU di Pulau Jawa.
“Kami mempercepat pengadaan batubara bersama pemasok serta perusahaan pembangkit listrik swasta yang mendapat penugasan pemerintah. Tambahan pasokan ini diharapkan meningkatkan keandalan sistem kelistrikan yang sebelumnya mengalami tekanan akibat gangguan teknis dan keterbatasan bahan bakar,” ujar Darmawan.
PLN menyatakan pemadaman bergilir dilakukan untuk menjaga keseimbangan pasokan dan kebutuhan listrik. Wilayah terdampak meliputi Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Timur, Madura, hingga Bali.
Tim teknis PLN bersama pihak pembangkit terus bekerja agar pasokan kembali normal. PLN mengimbau masyarakat menghemat penggunaan listrik pada jam beban puncak.(Binar)
Sumber: Data internal PLN per 9/6/2026, Konferensi Pers PLN 19/6/2026
#PLN #PemadamanBergilir #KrisisListrik #Batubara #JawaBali
