Pipa Pecah Kena Ekskavator, Ratusan KK di Lumajang Kelimpungan Air Perumdam Mati Total
Dengarkan narasi artikel ini secara otomatis
Foto dari Bagian Teknik Perumdam Tirta Mahameru Lumajang
Waktu baca sekitar 2 menit
Lumajang, satudetik.online — Sejak Selasa, 22 September 2026, ratusan kepala keluarga (KK) di Desa Sumberejo, Desa Boreng, dan sekitarnya kelimpungan karena aliran air dari Perumdam mati total.
Warga menduga gangguan tersebut akibat perbaikan gorong-gorong di depan pondok pesantren (ponpes) di Desa Sumberejo.
"Sekarang di rumah saya sudah mengalir, tapi sangat kecil," kata salah seorang warga Perumahan Plataran Randu Regency.
"Di rumah tidak mengalir sama sekali, cuma keran depan rumah yang ada airnya," timpal warga lainnya.
Terkait hal tersebut, Direktur Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Mahameru Kabupaten Lumajang Nur Aisyah Berlian ketika dikonfirmasi menyebut bahwa gangguan aliran air tersebut akibat pipa pecah yang terkena alat berat (ekskavator).
"Jika saat ini alirannya masih kecil, itu karena butuh proses untuk pengisian air ke pipa utama ataupun pipa instalasi di rumah warga," jelasnya.
"Pelanggan yang berada di wilayah ujung jaringan atau dataran tinggi diperkirakan akan menerima aliran air paling akhir. Saya menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan tersebut," imbuhnya.
Dijelaskan pula bahwa aliran air ke pipa tidak hanya satu jalur, tetapi banyak jalur pipa yang harus dialiri air.
Selain itu, saat ini banyak pemakaian air oleh warga hingga proses pemulihan agak melambat.
"Kami juga telah melakukan flushing di setiap gate valve perumahan dan ini berdampak aliran air tidak maksimal sampai ke wilayah Desa Boreng. Sekali lagi mohon disampaikan permohonan maaf kami atas ketidaknyamanan ini," ujar Nur Aisyah.
Ia juga menyebut bahwa pascapembetulan, pipa dalam kondisi kosong. Begitu aliran dibuka kembali, air memerlukan waktu untuk mendorong udara di dalam pipa dan mengisi ruang hingga tekanan stabil sebelum akhirnya sampai di keran rumah pelanggan.
Sementara itu, warga berharap, jika terjadi hal seperti ini, segera ada pengumuman atau informasi dari Perumdam terkait masalah dan target waktu penyelesaiannya.
"Jangan hanya dijawab sedang diperbaiki saja," ungkap warga.(Binar)
Bagaimana Tanggapan Anda?
Beri reaksi singkat untuk artikel ini. Klik kembali untuk membatalkan.