Pesan Kuat di Hari Kesaktian Pancasila: Mengapa ASN Lumajang Wajib Belajar dari Masa Lalu?
Dengarkan narasi artikel ini secara otomatis
Cepat dan Akurat
satudetik.online • cepat dan akurat
Dengarkan narasi artikel ini secara otomatis
Waktu baca sekitar 2 menit
Lumajang, satudetik.online — Sejarah bangsa bukan sekadar catatan masa lalu. Bagi aparatur sipil negara (ASN), sejarah juga menjadi pengingat penting tentang bagaimana persatuan dan kesatuan harus terus dijaga untuk mempertahankan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Pesan itu disampaikan Bupati Lumajang Indah Amperawati usai memimpin rangkaian kegiatan peringatan Hari Kesaktian Pancasila di Alun-Alun Lumajang, Kamis (1/10/2026).
Indah menilai momentum Hari Kesaktian Pancasila menjadi kesempatan bagi ASN untuk kembali memahami perjalanan bangsa. Dari berbagai peristiwa sejarah, menurutnya, terdapat nilai keteladanan yang relevan untuk diterapkan dalam kehidupan berbangsa maupun dalam menjalankan tugas pemerintahan.
"Peringatan Hari Kesaktian Pancasila ini penting agar para ASN memahami sejarah bangsa. Dari sejarah tersebut, kita mendapatkan inspirasi dan keteladanan bahwa persatuan dan kesatuan bangsa sangat penting untuk melindungi bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia," ujar Bupati Indah.
Menurutnya, pemahaman sejarah tidak berhenti pada kemampuan mengingat peristiwa. Lebih dari itu, sejarah dapat menjadi bahan pembelajaran agar ASN memahami pentingnya menjaga kepentingan bersama di tengah masyarakat yang memiliki latar belakang dan kebutuhan beragam.
Pesan tersebut juga berkaitan dengan tugas ASN sebagai bagian dari penyelenggara pemerintahan. Setiap pelayanan dan kebijakan yang dijalankan aparatur, kata Indah, pada akhirnya harus tetap berpijak pada kepentingan masyarakat serta menjaga persatuan.
Peringatan Hari Kesaktian Pancasila di Lumajang tahun ini mengusung tema "Pancasila Pemersatu Bangsa, Menuju Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur". Upacara dipimpin Kapolres Lumajang AKBP Riki Yariandi dan diikuti Bupati Lumajang, Dandim 0821 Letkol Arh. Anton Subhandi, Ketua DPRD Lumajang Oktafiyani, Sekda Agus Triyono, jajaran Forkopimda, tokoh masyarakat, serta sejumlah undangan.
Momentum tersebut menjadi pengingat bahwa nilai Pancasila tidak hanya berhenti pada upacara dan peringatan tahunan. Nilai persatuan, kebersamaan, serta kepentingan bangsa juga perlu diterjemahkan dalam pelaksanaan tugas sehari-hari, termasuk ketika ASN memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Dengan memahami perjalanan sejarah bangsa, ASN diharapkan tidak hanya mengetahui apa yang pernah terjadi, tetapi juga mampu mengambil pelajaran dari setiap peristiwa. Dari situlah semangat menjaga persatuan dan keutuhan NKRI dapat terus diteruskan dalam kehidupan pemerintahan maupun masyarakat.(Bernad)
Beri reaksi singkat untuk artikel ini. Klik kembali untuk membatalkan.