Pertamax dan Pertalite Habis di SPBU Pasirian Lumajang, Polisi Turun Pantau Antrean dan Arus Lalu Lintas
Dengarkan narasi artikel ini secara otomatis
Cepat dan Akurat
satudetik.online • cepat dan akurat
Dengarkan narasi artikel ini secara otomatis
Waktu baca sekitar 2 menit
Lumajang, satudetik.online - Ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) di salah satu SPBU Desa Pasirian, Kecamatan Pasirian, Kabupaten Lumajang, menjadi perhatian polisi.
Dalam pengecekan Minggu (18/10/2026) pukul 09.30 WIB, stok Pertamax, Pertalite, dan Bio Solar dilaporkan habis, sementara BBM jenis Dex masih tersedia sebanyak 2.700 liter.
Kondisi tersebut dipantau langsung anggota Polsek Pasirian melalui patroli mobiling. Selain memeriksa ketersediaan BBM, petugas juga mengantisipasi potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) serta kepadatan arus lalu lintas di sekitar SPBU.
Habisnya tiga jenis BBM tersebut menjadi informasi penting bagi masyarakat yang hendak mengisi bahan bakar. Pengendara diimbau memastikan ketersediaan BBM sebelum menuju lokasi agar tidak terlanjur mengantre ketika bahan bakar yang dibutuhkan tidak tersedia.
Kapolsek Pasirian, Iptu Loni Roy Madhona, menyampaikan patroli dilakukan untuk menjaga situasi di sekitar SPBU tetap aman dan kondusif, sekaligus mencegah potensi gangguan ketertiban maupun kemacetan akibat aktivitas kendaraan.
"Patroli ini dilakukan untuk memantau situasi di sekitar SPBU, mengantisipasi gangguan kamtibmas, serta mencegah terjadinya kemacetan," ujar Loni, Senin (19/10/2026).
Dalam kegiatan tersebut, polisi turut memperhatikan pergerakan kendaraan di sekitar area pengisian BBM. Aktivitas SPBU yang meningkat berpotensi memengaruhi kelancaran lalu lintas apabila kendaraan mengantre hingga mendekati badan jalan. Namun, tidak terdapat keterangan yang memastikan terjadinya kemacetan dalam pemantauan tersebut.
Polsek Pasirian mengimbau masyarakat agar tetap tertib ketika mengisi BBM, tidak memaksakan antrean, serta mengikuti arahan petugas apabila terjadi peningkatan volume kendaraan. Pengendara juga diminta menjaga akses jalan di sekitar SPBU agar tidak terganggu.
Pemantauan ini merupakan langkah preventif kepolisian untuk mendeteksi potensi gangguan sejak dini, terutama di tengah kondisi ketersediaan sejumlah jenis BBM yang dilaporkan kosong.
Masyarakat diharapkan tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi. Apabila menemukan gangguan keamanan atau kondisi lalu lintas yang berpotensi membahayakan pengguna jalan, warga dapat segera melaporkannya kepada petugas kepolisian. (Bernad)
Beri reaksi singkat untuk artikel ini. Klik kembali untuk membatalkan.