Perhutani Lumajang Perkuat Soliditas, Asper hingga Mantri Disatukan dalam Satu Visi
Dengarkan narasi artikel ini secara otomatis
Cepat dan Akurat
satudetik.online • cepat dan akurat
Dengarkan narasi artikel ini secara otomatis
Waktu baca sekitar 2 menit
Lumajang, satudetik.online — Komunikasi menjadi kunci agar roda organisasi Perum Perhutani tetap bergerak dalam satu arah, terutama di tengah tuntutan target perusahaan dan dinamika pekerjaan di lapangan.
Oleh karena itu, pembinaan pegawai tidak dipandang sekadar agenda rutin, melainkan menjadi ruang untuk mengevaluasi sekaligus memperkuat kinerja setiap personel.
Hal itu menjadi perhatian Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Lumajang. Jajaran Asisten Perhutani (Asper) hingga mandor (mantri) di wilayah kerja masing-masing terus didorong untuk memahami tugas, membaca kondisi lapangan, serta mampu berkoordinasi ketika menghadapi persoalan.
Wakil Administratur KPH Lumajang, Soegiharto Aries Soebagiyo, mengatakan bahwa pembinaan merupakan bagian penting untuk memastikan seluruh pegawai tetap berada pada jalur tugas dan tanggung jawabnya.
"Pembinaan ini merupakan bentuk komunikasi dan tanggung jawab. Bagaimana kita mengoptimalkan kinerja dan mencapai target yang telah ditetapkan," tegas Soegiharto, Jumat (18/9/2026).
Menurutnya, pekerjaan di lapangan memiliki tantangan yang tidak selalu dapat diselesaikan hanya dengan laporan administratif. Informasi dari petugas yang bersentuhan langsung dengan wilayah kerja harus tersampaikan dengan baik kepada jajaran pimpinan sehingga langkah penanganan dapat dilakukan secara tepat.
Di sinilah peran Asper hingga mantri menjadi penting. Mereka tidak hanya dituntut memahami target yang telah ditetapkan perusahaan, tetapi juga harus mampu menerjemahkan arahan organisasi dalam pelaksanaan tugas sehari-hari di wilayah masing-masing.
Pembinaan juga menjadi kesempatan untuk menyamakan persepsi antar personel. Evaluasi terhadap pelaksanaan tugas dilakukan agar berbagai kendala yang muncul tidak berhenti sebagai persoalan individu, melainkan dapat segera dikoordinasikan dan dicari jalan keluarnya secara bersama-sama.
"Setiap pegawai mempunyai tanggung jawab masing-masing. Karena itu, komunikasi harus terus dibangun agar pelaksanaan tugas tidak berjalan sendiri-sendiri," ujarnya.
Soegiharto menegaskan, optimalisasi kinerja tidak mungkin hanya bertumpu pada satu bagian. Setiap personel memiliki peran yang saling berkaitan sehingga kedisiplinan, komunikasi, dan koordinasi menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam pencapaian target perusahaan.
Bagi KPH Lumajang, target akhir bukan sekadar angka yang tercatat dalam laporan. Di balik setiap capaian terdapat proses kerja yang membutuhkan tanggung jawab dari seluruh jajaran.
Karena itu, pembinaan menjadi salah satu cara untuk memastikan instruksi dipahami, koordinasi berjalan, dan setiap pegawai mampu mempertanggungjawabkan tugasnya hingga di tingkat lapangan.(Bernad)
Beri reaksi singkat untuk artikel ini. Klik kembali untuk membatalkan.