• satudetik.online: cepat dan akurat • ekonomi global melonjak • teknologi baru seagma presence dirilis • timnas menang besar •

Billboard Space Iklan Premium

Posisi teratas paling strategis dengan impresi tertinggi. Tingkatkan jangkauan merek Anda di satudetik.online.

Hubungi Redaksi Kami
EkonomiNasionalRedaksi Mengurai

Harga Minyak Dunia Anjlok, Harga Pertamax dan BBM Non Subsidi di Indonesia Justru Naik

PENULIS: Redaksi
EDITOR: Teguh Eko Januari
15 Juni 2026
345 VIEWS
Harga Minyak Dunia Anjlok, Harga Pertamax dan BBM Non Subsidi di Indonesia Justru Naik

Ilustrasi

Lumajang, satudetik.online - Di tengah anjloknya harga minyak mentah dunia, harga Pertamax dan BBM non subsidi di SPBU Indonesia justru mengalami kenaikan.

Kondisi yang berlawanan arah ini terjadi karena harga jual BBM di dalam negeri tidak ditentukan langsung oleh harga minyak mentah harian.

Pertamina menggunakan acuan MOPS dan ICP yang dirata-rata selama satu bulan.

Harga BBM periode 15 Juni 2026 dihitung dari harga produk kilang pada Mei 2026, saat harga Brent masih berada di kisaran US$100 per barel akibat sentimen perang.

Penurunan harga ke level US$83 per barel baru akan tercermin pada penyesuaian harga bulan Juli 2026.

Faktor nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat juga turut berperan.

55Pembelian BBM impor dibayar menggunakan dolar.

Pelemahan rupiah ke level Rp16.400 per dolar Amerika Serikat dari Rp15.800 pada bulan sebelumnya membuat biaya impor naik sekitar 3,8 persen.

Kenaikan biaya akibat kurs ini sering kali menghapus dampak penurunan harga minyak mentah.

Selain itu, harga minyak mentah hanya menyusun 50 persen sampai 60 persen dari harga jual BBM di SPBU.

Komponen lain berupa biaya pengilangan, distribusi dari kilang ke depo dan ke SPBU, margin lembaga penyalur, pajak pertambahan nilai sebesar 11 persen, serta pajak bahan bakar kendaraan bermotor yang besarnya 5 persen sampai 10 persen tergantung daerahAkibatnya, tidak mengalami penurunan signifikan.

Penurunan harga minyak mentah sebesar 4 persen hanya berdampak sekitar 2 persen sampai 2,5 persen terhadap harga jual BBM.

Pemerintah juga menerapkan kebijakan penyesuaian harga BBM non subsidi secara berkala, biasanya setiap tanggal 1 atau tanggal 5 setiap bulan, untuk menjaga stabilitas dan menghindari gejolak harga harian.

Jika dalam beberapa hari sebelumnya Pertamina mengalami kerugian akibat harga acuan tinggi, kenaikan harga dilakukan secara bertahap untuk mengembalikan kondisi keuangan.

Perbedaan komposisi produk turut memengaruhi harga. Harga Brent dan WTI merupakan harga minyak mentah, sementara Pertamax adalah produk jadi berupa bensin.

Harga produk kilang seperti bensin RON 92 di pasar Asia yang menjadi acuan MOPS Gasoline 92 RON kadang tidak turun sedalam harga minyak mentah karena faktor stok yang tipis, permintaan yang tinggi, atau adanya perawatan kilang.

Meskipun harga telah menyentuh level terendah sejak Maret 2026, sejumlah analis menilai pelemahan masih dipengaruhi sentimen sementara.

Kesepakatan yang diumumkan saat ini masih berupa rancangan awal dan belum bersifat final.

Pemerintah Iran juga menyatakan bahwa isi perjanjian masih dapat berubah.

Para pelaku pasar masih menunggu hasil penandatanganan nota kesepahaman di Swiss pada Jumat depan sebagai penentu arah harga minyak selanjutnya.***

Billboard Space Iklan Premium

Posisi teratas paling strategis dengan impresi tertinggi. Tingkatkan jangkauan merek Anda di satudetik.online.

Hubungi Redaksi Kami