Pemkab Lumajang Siapkan Rencana Pembangunan Pelabuhan di Pantai Watu Godek
Dengarkan narasi artikel ini secara otomatis
Cepat dan Akurat
satudetik.online • cepat dan akurat
Dengarkan narasi artikel ini secara otomatis
Waktu baca sekitar 3 menit
Lumajang, satudetik.online – Pemerintah Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, menyiapkan rencana pembangunan pelabuhan di Pantai Watu Godek, Kecamatan Tempursari. Infrastruktur tersebut diharapkan dapat mendukung pendataan hasil tangkapan nelayan sekaligus mengoptimalkan pengembangan sektor perikanan tangkap di wilayah pesisir.
Saat ini, rencana pembangunan masih dalam tahap persiapan. Salah satu proses yang harus dilalui adalah peninjauan lokasi oleh Balai Pemantapan Kawasan Hutan (BPKH) Yogyakarta karena kawasan yang direncanakan berada di kawasan hutan dengan pengelolaan khusus (KHDPK).
Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Lumajang, Yuli Harismawati, mengatakan pemerintah daerah telah mengirimkan surat kepada Kementerian Kehutanan pada awal 2026. Surat tersebut kemudian diteruskan kepada BPKH Yogyakarta untuk ditindaklanjuti sesuai kewenangannya.
"Dalam waktu dekat, bulan Oktober ini, tim BPKH Yogyakarta akan melakukan survei lokasi. Tahapan ini perlu dilakukan karena lokasi yang direncanakan berada di kawasan hutan dengan pengelolaan khusus (KHDPK)," ujar Yuli, Jumat (10/10/2026).
Menurut Yuli, survei tersebut menjadi bagian dari proses untuk memperjelas status kawasan dan ketentuan pemanfaatannya. Pemerintah daerah masih harus memenuhi persyaratan yang berlaku sebelum rencana pembangunan dapat dilanjutkan ke tahap berikutnya.
Diusulkan Masuk Program Strategis Nasional
Selain menyiapkan persyaratan kawasan, Pemkab Lumajang juga telah mengusulkan rencana pembangunan pelabuhan tersebut agar masuk dalam Program Strategis Nasional (PSN).
Usulan itu disampaikan melalui Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Lumajang untuk diproses sesuai mekanisme yang berlaku.
Yuli berharap seluruh tahapan persiapan dapat berjalan sesuai ketentuan sehingga rencana pembangunan pelabuhan tersebut memiliki peluang untuk direalisasikan.
Meski demikian, rencana pembangunan itu masih bergantung pada penyelesaian persyaratan administrasi dan kawasan, serta proses lanjutan yang harus ditempuh pemerintah daerah.
Pendataan Hasil Tangkapan Nelayan Jadi Kebutuhan
Yuli menjelaskan, salah satu kebutuhan yang ingin dijawab melalui pembangunan pelabuhan adalah pendataan hasil tangkapan nelayan secara lebih terstruktur.
Selama ini, hasil perikanan tangkap di Kabupaten Lumajang belum dapat tercatat secara menyeluruh melalui satu titik pendaratan yang mendukung pencatatan terpusat.
Padahal, aktivitas perikanan tangkap menjadi salah satu sumber penghidupan masyarakat di sejumlah wilayah pesisir, antara lain Tempursari, Pasirian, Dampar, Selok Awar-Awar, dan Yosowilangun.
"Potensi perikanan laut Lumajang sebenarnya cukup besar. Dengan adanya pelabuhan, hasil tangkapan nelayan diharapkan dapat tercatat secara lebih pasti sehingga potensi perikanan yang kita miliki bisa dikelola secara optimal," kata Yuli.
Pendataan yang lebih baik diharapkan dapat membantu pemerintah memperoleh gambaran mengenai produksi perikanan tangkap secara lebih terukur. Data tersebut juga dapat menjadi bahan penyusunan program, perencanaan pembangunan, dan pengembangan sektor perikanan di Kabupaten Lumajang.
Namun, manfaat tersebut akan bergantung pada realisasi pembangunan fasilitas, ketersediaan sistem pencatatan, serta tata kelola pelabuhan setelah beroperasi.
Pemkab Lumajang berharap rencana pembangunan pelabuhan di Pantai Watu Godek dapat menjadi bagian dari upaya pengembangan infrastruktur perikanan dan pengelolaan potensi hasil laut. Untuk mewujudkannya, pemerintah daerah masih harus menuntaskan tahapan persiapan serta memenuhi ketentuan pemanfaatan kawasan yang berlaku. (har)
Beri reaksi singkat untuk artikel ini. Klik kembali untuk membatalkan.