Matangkan Prodi Baru, STIH Lumajang Lakukan Benchmarking ke UIN KHAS Jember
Dengarkan narasi artikel ini secara otomatis
Cepat dan Akurat
satudetik.online • cepat dan akurat
Dengarkan narasi artikel ini secara otomatis
Waktu baca sekitar 3 menit
Jember, satudetik.online — Sekolah Tinggi Ilmu Hukum (STIH) Lumajang terus mematangkan rencana pengembangan program studi baru. Salah satu langkah yang dilakukan yakni melalui benchmarking ke Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) UIN Kiai Haji Achmad Siddiq (UIN KHAS) Jember, Kamis (1/10/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Ruang Akreditasi LPM Lantai II UIN KHAS Jember tersebut menjadi forum untuk bertukar pengalaman sekaligus menggali berbagai hal teknis terkait proses pembukaan dan pengembangan program studi baru.
Rombongan STIH Lumajang dipimpin Ketua STIH Lumajang Dr. Jati Nugroho bersama tim task force yang bertugas mempersiapkan dokumen pengusulan program studi baru.
Sementara dari LPM UIN KHAS Jember hadir Sekretaris LPM Dr. Suryadi serta Kepala Pusat Akreditasi dan Sertifikasi Prof. Dr. Sri Lumatus Saadah.
Dalam pertemuan tersebut, pembahasan diarahkan pada berbagai persiapan yang harus dilakukan sebelum pengusulan program studi. Di antaranya pemenuhan persyaratan kelembagaan dan akademik, kesiapan sumber daya manusia, penyusunan kurikulum, sarana dan prasarana, pembiayaan, hingga penyiapan dokumen serta data pendukung.
Tidak hanya membahas kelengkapan administratif, benchmarking juga menyoroti bagaimana sebuah program studi baru harus memiliki arah pengembangan yang jelas sejak awal.
Hal tersebut mencakup keterkaitan antara visi dan misi perguruan tinggi, analisis kebutuhan, keunggulan atau distingsi program studi, profil lulusan, kurikulum, sumber daya manusia, tata kelola, pembiayaan, hingga keberlanjutan program studi.
Aspek penjaminan mutu menjadi salah satu pembahasan penting dalam pertemuan tersebut. Program studi baru diharapkan tidak hanya memenuhi persyaratan saat pengusulan, tetapi juga sejak awal telah memiliki sistem pengelolaan mutu yang terintegrasi dengan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI).
Penerapan siklus Penetapan, Pelaksanaan, Evaluasi, Pengendalian, dan Peningkatan (PPEPP) juga menjadi bagian yang perlu dipersiapkan agar pengembangan program studi berjalan berkelanjutan.
Sekretaris LPM UIN KHAS Jember Dr. Suryadi menekankan pentingnya membangun fondasi mutu sejak tahap perencanaan.
Menurutnya, pembukaan program studi tidak semata-mata berorientasi pada terpenuhinya dokumen pengusulan, tetapi juga harus mempertimbangkan relevansi program studi dengan kebutuhan masyarakat, perkembangan ilmu pengetahuan, kebutuhan dunia kerja, serta keberlanjutan pengelolaannya.
Sementara itu, Prof. Sri Lumatus Saadah memberikan perhatian pada pentingnya sistem dokumentasi dan penyediaan bukti pendukung yang terstruktur.
Setiap data dan narasi dalam dokumen pengusulan, kata dia, perlu memiliki keterlacakan terhadap bukti yang sahih sehingga mampu menggambarkan kondisi institusi secara faktual.
Diskusi berlangsung secara dialogis. Tim task force STIH Lumajang turut mengonsultasikan sejumlah persoalan teknis, mulai dari pemetaan kebutuhan data, penyusunan dokumen, pembagian tugas tim, hingga keterkaitan antara data dan narasi dalam dokumen pengusulan.
Bagi STIH Lumajang, benchmarking tersebut menjadi bagian dari proses mematangkan persiapan sebelum pengusulan program studi baru. Pengalaman dan praktik baik yang diperoleh dari LPM UIN KHAS Jember diharapkan dapat menjadi bahan dalam menyempurnakan dokumen serta memperkuat kesiapan kelembagaan.
Kegiatan ini sekaligus memperkuat komunikasi dan sinergi antara STIH Lumajang dan UIN KHAS Jember dalam bidang pengembangan pendidikan tinggi dan penjaminan mutu.
Melalui kegiatan tersebut, STIH Lumajang berkomitmen mempersiapkan program studi baru secara sistematis, berbasis data, memenuhi standar mutu, serta memiliki relevansi yang kuat terhadap kebutuhan masyarakat dan perkembangan keilmuan.(Nibras)
Beri reaksi singkat untuk artikel ini. Klik kembali untuk membatalkan.