Krisis Air Akibat El Nino Meluas: BAZNAS Jatim Gelontorkan Bantuan Jutaan Liter ke Lumajang
Dengarkan narasi artikel ini secara otomatis
Cepat dan Akurat
satudetik.online • cepat dan akurat
Dengarkan narasi artikel ini secara otomatis
Waktu baca sekitar 2 menit
Lumajang, satudetik.online – Kekeringan akibat fenomena El Nino mulai menjadi persoalan serius di sejumlah wilayah Jawa Timur. Untuk menjawab kebutuhan dasar masyarakat, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Jawa Timur bersama Baznas kabupaten/kota menyalurkan 1,2 juta liter air bersih ke daerah terdampak.
Kabupaten Lumajang menjadi salah satu daerah prioritas. Sedikitnya 14 titik wilayah kekeringan di l tersebut masuk dalam jadwal pendistribusian.
Sejumlah wilayah yang menjadi sasaran bantuan antara lain Desa Jenggrong, Desa Meninjo di Kecamatan Ranuyoso, Desa Sawaran Lor di Kecamatan Klakah, serta Desa Bedayu Talang di Kecamatan Senduro.
Koordinator Lapangan Baznas, Ahmad Fauzi, mengatakan bahwa distribusi air bersih di Lumajang dilaksanakan selama empat hari, mulai Senin, 5 Oktober 2026 hingga Kamis, 8 Oktober 2026.
"Di Lumajang sudah terjadwal ada 14 titik yang akan menerima bantuan air bersih dari Baznas," terang Fauzi, Senin (5/10/2026).
Pada hari pertama, distribusi difokuskan pada wilayah yang mengalami kesulitan air paling parah.
"Hari ini kami menyalurkan di empat titik kekeringan, yakni Desa Jenggrong, Dusun Blibir, Dusun Tumpeng, Dusun Gumuling, dan Dusun Krajan," jelasnya.
Fauzi menegaskan bahwa penentuan lokasi penerima bantuan tidak dilakukan sembarangan. Baznas berkoordinasi dengan pemerintah daerah, khususnya Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), agar bantuan tepat sasaran.
"Bersama BPBD kami berkoordinasi agar bantuan tidak tumpang tindih," imbuhnya.
Baznas Hadir Saat Warga Kesulitan Air
Wakil Ketua II Baznas Jawa Timur Bidang Pendistribusian, Afif Amrullah, mengatakan bahwa bantuan air bersih merupakan wujud kepedulian Baznas terhadap masyarakat terdampak kekeringan.
"Dampak cuaca El Nino menyebabkan banyak daerah mengalami kekeringan," kata Afif.
Menurut dia, kondisi tersebut membutuhkan langkah cepat dan kolaboratif. Oleh karena itu, Baznas Jawa Timur bersama Baznas kabupaten/kota mengambil peran untuk membantu pemenuhan kebutuhan paling mendasar masyarakat, yakni air bersih.
"Dari situasi itu, Baznas Jawa Timur bersama Baznas kabupaten/kota dipandang perlu mengambil langkah membantu pendistribusian air bersih," ujarnya.
Ia berharap bantuan tersebut dapat meringankan beban warga.
"Semoga dengan bantuan 1,2 juta liter air bersih ini sedikit banyak dapat memberikan solusi," pungkasnya.
Penyaluran ini menjadi bagian dari respons kemanusiaan Baznas untuk memastikan warga di wilayah terdampak tetap mendapatkan akses air bersih. Di tengah cuaca yang tidak menentu, bantuan tersebut sekaligus menegaskan bahwa dana zakat, infak, dan sedekah dapat hadir secara nyata menjawab persoalan masyarakat.(Lukman Hakim).
Beri reaksi singkat untuk artikel ini. Klik kembali untuk membatalkan.