Siaga Penuh! Dalkarhut KPH Probolinggo Latih Pasukan Hadapi Kobaran Api Musim Kemarau
Lumajang satudetik.online – Memasuki musim kemarau yang berisiko tinggi terhadap kebakaran hutan dan lahan, Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan atau KPH Probolinggo mengambil langkah antisipatif.
KPH Probolinggo menggelar Pelatihan Pemadaman dan Pengendalian Kebakaran Hutan atau Dalkarhut 2026 pada Selasa (30/6/2026) sore di wilayah Resort Pemangkuan Hutan atau RPH Candipuro, Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan atau BKPH Pasirian, Kabupaten Lumajang. Pelatihan ini bekerja sama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah atau BPBD Kabupaten Lumajang.
Kegiatan dipimpin langsung Wakil Administratur atau Waka ADM KPH Probolinggo, Kartiman,S.Hut., didampingi Waka ADM SKPH Lumajang, Soegiarto Aries Soebagio. Hadir pula jajaran Asisten Perhutani, Mantri, Polisi Hutan, dan personel lapangan KPH Probolinggo.
Pelatihan ini bukan sekadar agenda rutin. Kegiatan ini menjadi upaya memperkuat kapasitas sumber daya manusia menghadapi potensi kebakaran hutan yang setiap tahun mengancam kelestarian kawasan hutan, ekosistem, hingga kehidupan masyarakat sekitar.
Dalam arahannya, Kartiman menegaskan kesiapsiagaan personel adalah kunci meminimalkan dampak kebakaran.
"Keberhasilan penanganan sangat ditentukan oleh kecepatan deteksi, ketepatan pengambilan keputusan, dan kemampuan petugas bekerja secara terkoordinasi di lapangan," ujarnya.
"Pelatihan ini bertujuan meningkatkan kemampuan teknis personel dalam pencegahan, penanganan awal, hingga pengendalian kebakaran hutan. Harapannya, seluruh petugas mampu bertindak cepat, tepat, dan mengutamakan keselamatan saat menghadapi kondisi darurat," lanjutnya.
Ia juga menekankan upaya pencegahan harus menjadi prioritas. Edukasi kepada masyarakat, patroli rutin di kawasan rawan, serta pengawasan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran perlu terus ditingkatkan agar kejadian kebakaran dapat ditekan sejak dini.
Sinergi Lintas Sektor Jadi Kunci
Senada, Waka ADM SKPH Lumajang, Soegiarto Aries Soebagio, menekankan pentingnya kolaborasi.
"Penanganan bencana tidak dapat dilakukan satu institusi saja. Dibutuhkan sinergi Perhutani, BPBD, TNI, Polri, pemerintah daerah, relawan, hingga masyarakat sekitar kawasan hutan," katanya.
"Melalui pelatihan bersama ini, kami ingin membangun kesamaan prosedur, memperkuat koordinasi, serta memastikan setiap personel memahami perannya saat terjadi kebakaran. Dengan kesiapan yang baik, respons di lapangan akan lebih cepat dan efektif," tambahnya.
Selain materi, peserta mengikuti simulasi pemadaman kebakaran hutan.
Mereka mempraktikkan penggunaan peralatan pemadam, teknik pemadaman manual, penyusunan strategi pengendalian api, hingga prosedur evakuasi yang aman.
Simulasi dirancang menyerupai kondisi nyata agar personel terbiasa menghadapi situasi darurat.
Melalui pelatihan ini, Perhutani KPH Probolinggo berharap seluruh personel lebih siap menjaga kelestarian kawasan hutan.
Tujuannya meminimalkan risiko kerugian ekologis maupun ekonomi akibat kebakaran hutan yang berpotensi meningkat selama musim kemarau.(Bernad)
