Kontes Ternak Lumajang Digelar, Hadiah Rp115 Juta dan Potensi Ekonomi Peternak Jadi Sorotan
Dengarkan narasi artikel ini secara otomatis
Cepat dan Akurat
satudetik.online • cepat dan akurat
Dengarkan narasi artikel ini secara otomatis
Waktu baca sekitar 3 menit
Lumajang, satudetik.online — Bukan sekadar adu kualitas ternak. Kontes dan Pameran Ternak Kabupaten Lumajang 2026 bakal menjadi panggung untuk memperlihatkan potensi peternakan sekaligus produk turunannya yang selama ini berkembang di tengah masyarakat.
Kegiatan tersebut dijadwalkan berlangsung pada 26–27 September 2026 di Kawasan Wonorejo Terpadu (KWT), Desa Wonorejo. Sejumlah ternak unggulan masyarakat akan ditampilkan, mulai dari sapi, kambing Senduro, hingga domba.
Selain kontes, kegiatan juga diramaikan pameran ternak, festival kuliner olahan daging dan susu, pameran produk pertanian, hingga lomba olahan daging kambing dan domba.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Lumajang, Retno Wulan Andari, mengatakan kegiatan tersebut dirancang bukan hanya sebagai ajang perlombaan. Kontes sekaligus menjadi kesempatan untuk memperkenalkan potensi peternakan Lumajang kepada masyarakat secara lebih luas.
"Melalui kegiatan ini, kami ingin memberikan ruang kepada peternak untuk menunjukkan ternak unggulannya. Di sisi lain, masyarakat juga dapat mengenal lebih dekat potensi peternakan yang dimiliki Lumajang," ujar Retno, Rabu (23/9/2026).
Bukan Sekadar Pamer Ternak
Tiga komoditas utama yang menjadi peserta kontes, yakni sapi, kambing Senduro, dan domba. Ketiganya merupakan komoditas yang telah dikembangkan oleh masyarakat Lumajang.
Kehadiran ketiga komoditas tersebut menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk melihat secara langsung kualitas ternak yang dikembangkan peternak lokal.
Namun, potensi yang ingin ditampilkan tidak berhenti pada hewan ternak. Produk yang dihasilkan dari sektor tersebut juga mendapat ruang melalui festival kuliner dan pameran.
Daging dan susu, misalnya, dapat dikembangkan menjadi berbagai produk olahan dengan nilai ekonomi lebih tinggi. Begitu pula produk pertanian dan hasil usaha masyarakat yang berkaitan dengan rantai peternakan.
Konsep tersebut membuat kegiatan tidak hanya berbicara tentang siapa yang memiliki ternak terbaik. Ada peluang yang lebih luas untuk mempertemukan peternak, masyarakat, pelaku usaha, dan calon konsumen.
Dorong Peternak Naik Kelas
Bagi peternak, kegiatan ini menjadi ruang untuk memperkenalkan hasil usaha sekaligus membuka jejaring. Produk peternakan yang selama ini dipasarkan secara terbatas memiliki kesempatan untuk dikenal melalui kegiatan yang melibatkan masyarakat secara langsung.
Retno berharap momentum tersebut dapat memacu peternak meningkatkan kualitas ternak sekaligus mengembangkan produk turunannya.
"Kami berharap kegiatan ini dapat memotivasi peternak untuk terus meningkatkan kualitas ternaknya. Potensi yang ada juga perlu dikenalkan lebih luas agar semakin memberikan nilai tambah bagi masyarakat," kata Retno.
Menurutnya, kekuatan sektor peternakan tidak hanya ditentukan oleh banyaknya populasi ternak. Kualitas, pengolahan hasil, dan kemampuan pemasaran juga menjadi bagian penting agar peternakan mampu memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar.
Dengan demikian, ternak tidak berhenti sebagai komoditas yang dipelihara. Ada peluang untuk mengembangkan hasilnya menjadi produk bernilai tambah dan membuka ruang usaha baru bagi masyarakat.
Hadiah Rp115 Juta Disiapkan
Kontes dan Pameran Ternak Kabupaten Lumajang 2026 digelar dalam rangka memperingati HUT Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia sekaligus Hari Jadi Lumajang (Harjalu) Ke-771.
Panitia menyiapkan total hadiah mencapai Rp115 juta bagi peserta kontes.
Hadiah tersebut menjadi bentuk apresiasi bagi para peternak yang mengikuti kompetisi dan menampilkan ternak unggulan mereka. Namun, nilai kegiatan tidak hanya terletak pada hadiah yang diperebutkan.
Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi ruang pertemuan antara potensi peternakan di tingkat masyarakat dengan peluang ekonomi di tingkat hilir.
Masyarakat dapat melihat langsung ternak unggulan sekaligus mengenal berbagai produk olahan yang berasal dari sektor peternakan.
Melalui kegiatan tersebut, Pemkab Lumajang mendorong agar peternakan tidak hanya berkembang dari sisi jumlah dan kualitas ternak. Pengolahan produk, promosi, pemasaran, dan jejaring usaha juga menjadi bagian dari upaya memperbesar nilai ekonomi sektor tersebut.
Pada akhirnya, sapi, kambing Senduro, dan domba yang dipamerkan bukan sekadar menjadi tontonan. Di balik ternak-ternak tersebut terdapat potensi usaha, produk pangan, dan sumber penghasilan masyarakat yang masih bisa dikembangkan lebih jauh. (Bernad)
Beri reaksi singkat untuk artikel ini. Klik kembali untuk membatalkan.