• satudetik.online: cepat dan akurat • ekonomi global melonjak • teknologi baru seagma presence dirilis • timnas menang besar •
Nasional

Ketegangan di Selat Hormuz Mulai Mereda, Trump Jeda Operasi Pengawalan Kapal

PENULIS: Binar
EDITOR: Teja Ripta
6 Mei 2026
709 VIEWS
Ketegangan di Selat Hormuz Mulai Mereda, Trump Jeda Operasi Pengawalan Kapal

Nasional, satudetik.online - Setelah hampir dua bulan memanas, situasi di Selat Hormuz akhirnya menunjukkan tanda-tanda mereda.

Presiden AS Donald Trump pada Selasa, 5 Mei 2026, mengumumkan jeda sementara operasi pengawalan kapal di jalur vital tersebut. Alasannya: ada "kemajuan besar" menuju kesepakatan komprehensif dengan Iran.

Kenapa Selat Hormuz Sangat Penting ?

Selat Hormuz cuma selebar 33 km di titik tersempit, tapi 20% pasokan minyak dunia lewat di sini.

Kalau selat ini ditutup, harga bensin, solar, sampai biaya logistik global bisa meledak.

Sejak konflik pecah Februari lalu, selat ini praktis lumpuh karena ancaman ranjau, drone, rudal, dan kapal cepat Iran.

AS membalas dengan memblokade pelabuhan Iran dan mengawal kapal komersial.

Apa yang Terjadi Minggu Ini?

1. Operasi "Project Freedom" dijeda.

Trump menulis di media sosial bahwa blokade tetap berlaku, tapi operasi pengawalan kapal akan dijeda sebentar untuk melihat apakah kesepakatan bisa ditandatangani.

Menlu AS Marco Rubio bilang tujuan militer AS sudah tercapai dan "Operation Epic Fury sudah selesai".

2. Harga minyak langsung turun

Pasar merespons cepat. Minyak mentah AS turun $2,30 dan tembus di bawah $100 per barel. Padahal sejak konflik, harga energi global melonjak tajam.

3. Insiden masih ada.

Meski ada sinyal damai, ketegangan belum hilang 100%. Badan Maritim Inggris melaporkan sebuah kapal kargo kena proyektil di selat.

Militer AS juga menyebut sudah menghancurkan beberapa kapal kecil, rudal jelajah, dan drone Iran Senin lalu. UEA bahkan sempat melaporkan serangan rudal & drone dari Iran, tapi Iran membantah.

4. Kapal dagang mulai jalan lagi.

Menhan AS Pete Hegseth bilang ratusan kapal komersial sudah antre untuk lewat setelah AS "berhasil mengamankan jalur".

Dua kapal dagang AS sudah berhasil melintas dengan pengawalan militer Senin lalu, meski Iran membantah ada pelintasan.

Inti konflik: nuklir & sanksi

Trump menegaskan serangan AS-Israel ke Iran bertujuan mencegah Teheran punya senjata nuklir.

Iran bersikeras program nuklirnya untuk damai dan menuduh serangan itu melanggar kedaulatan. Masalah lain: Iran belum menyerahkan lebih dari 900 pon uranium yang diperkaya tinggi.

Jalur diplomasi terbuka

Satu putaran pembicaraan damai tatap muka AS-Iran sudah digelar, tapi pertemuan lanjutan gagal. Menlu Iran Abbas Araqchi bilang negosiasi masih jalan lewat mediasi Pakistan.

Ia juga terbang ke Beijing Rabu ini untuk bahas situasi dengan China. Trump juga dijadwalkan ke China bulan ini.

Dampaknya ke kita

IMF bilang kalaupun perang berhenti sekarang, butuh 3-4 bulan untuk membereskan dampak ekonominya.

Konflik ini juga menewaskan 10 pelaut sipil dan membuat kru kapal yang terjebak "kelaparan dan terisolasi".

Untuk Indonesia, penurunan harga minyak bisa bantu tekan inflasi dan harga BBM. Tapi Trump mengingatkan gencatan senjata bisa batal kalau Iran "tahu apa yang tidak boleh dilakukan".(Binar)