Bedah Anggaran Lumajang: Kemana Perginya Dana SiLPA Ratusan Juta?
Dengarkan narasi artikel ini secara otomatis
Cepat dan Akurat
satudetik.online • cepat dan akurat
Dengarkan narasi artikel ini secara otomatis
Waktu baca sekitar 2 menit
Lumajang, satudetik.online — Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) Pemerintah Kabupaten Lumajang tidak seluruhnya sekadar menjadi anggaran yang tersisa di akhir tahun.
Sebagian dana tersebut memiliki peruntukan tertentu dan diarahkan kembali untuk mendukung pembangunan, termasuk perbaikan jalan hingga sarana dan prasarana pendidikan.
Bupati Lumajang Indah Amperawati mengatakan SiLPA yang tersedia salah satunya digunakan untuk mendukung pembangunan infrastruktur jalan. Menurutnya, kebutuhan anggaran untuk pembangunan jalan saat ini semakin besar seiring meningkatnya harga material dan biaya pekerjaan.
"Jadi SiLPA yang besar itu digunakan untuk jalan, untuk pembangunan jalan," ujar Indah di sela kegiatannya, Kamis (1/10/2026).
Ia menjelaskan kondisi tersebut membuat pemerintah daerah harus menyesuaikan kemampuan anggaran dengan kebutuhan pembangunan. Biaya yang diperlukan untuk membangun satu kilometer jalan saat ini tidak lagi sama seperti sebelumnya karena harga bahan mengalami kenaikan.
Selain untuk jalan, Bupati menyebut terdapat SiLPA yang bersifat terikat. Artinya, dana tersebut sejak awal telah memiliki peruntukan tertentu sehingga penggunaannya tidak bisa dilakukan secara bebas.
"Dan itu sudah dilakukan, dianggarkan," katanya.
Sekitar separuh dari SiLPA yang tersedia merupakan SiLPA terikat yang diarahkan untuk kebutuhan perbaikan infrastruktur serta sarana dan prasarana pendidikan.
Menurut Indah, kondisi tersebut penting dipahami masyarakat agar SiLPA tidak hanya dilihat dari besarnya angka yang tercantum dalam laporan keuangan daerah. Sebab, terdapat dana yang memang belum terserap pada tahun anggaran berjalan, tetapi sudah memiliki peruntukan dan dapat digunakan sesuai mekanisme penganggaran.
Pemerintah Kabupaten Lumajang juga tidak bisa menyelesaikan seluruh kebutuhan pembangunan dalam satu waktu. Dengan periode pemerintahan lima tahun, anggaran harus dibagi untuk berbagai kebutuhan masyarakat, mulai dari infrastruktur, pendidikan, kesehatan, program sosial, hingga pengembangan UMKM.
Karena itu, penggunaan SiLPA menjadi salah satu bagian dari strategi pemerintah daerah dalam menjaga kesinambungan pembangunan. Dana yang tersisa bukan semata-mata menunjukkan adanya anggaran yang tidak digunakan, tetapi perlu dilihat kembali status, peruntukan, serta penggunaannya dalam proses penganggaran daerah.(Bernad)
Beri reaksi singkat untuk artikel ini. Klik kembali untuk membatalkan.