Alami Rem Blong, Truk Pasir Seruduk Truk Lain di Jalur Tambang Kebondeli Candipuro, 2 Orang Tewas
Dengarkan narasi artikel ini secara otomatis
Cepat dan Akurat
satudetik.online • cepat dan akurat
Dengarkan narasi artikel ini secara otomatis
Detik detik truk pasir alami Rem blong dan seruduk truk lain. Foto screenshot video cctv
Waktu baca sekitar 2 menit
Lumajang, satudetik.online – Video detik-detik truk pasir menyeruduk truk lain di jalur keluar tambang pasir Kebondeli, Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang, menjadi sorotan warga pada Rabu (8/10/2026) sore.
Dalam video berdurasi 1 menit 30 detik yang direkam dari atas sepeda motor, terlihat sebuah truk bermuatan pasir dengan terpal biru melaju tak terkendali di Jalan Raya Dampit–Lumajang. Truk tersebut diduga mengalami rem blong.
Di ujung jalan, tepat di mulut keluar jalur tambang Kebondeli, sebuah truk lain muncul sehingga kecelakaan tidak dapat dihindari. Truk yang mengalami rem blong tersebut langsung menyeruduk bagian belakang truk di depannya hingga menimbulkan kepulan debu tebal yang menutupi badan jalan.
Benturan keras itu membuat truk berwarna kuning terguling dan menutup hampir seluruh badan jalan raya, sehingga arus lalu lintas dari dua arah lumpuh total.
Video lain yang diterima redaksi memperlihatkan antrean panjang kendaraan, didominasi truk pengangkut pasir dan tebu, mengular hingga pertigaan pasar. Warga sekitar tampak berkerumun di sekitar bangkai truk untuk membantu proses evakuasi.
Informasi dari warga di lokasi menyebutkan, dua orang dilaporkan meninggal dunia di tempat kejadian. Jenazah telah dievakuasi warga ke fasilitas kesehatan terdekat.
"Iki lek gak salah motore Cak Nan, sing mati iku Marta karo bojone, lawane motore Pak Inggi cekelane Budi," ujar warga dalam bahasa Jawa dalam rekaman video.
Jika diterjemahkan, kalimat tersebut berarti, "Jika tidak salah, mobilnya Cak Nan, yang meninggal Marta dan istrinya, lawannya adalah mobil truk milik kepala desa yang dikemudikan oleh Budi."
Jalur keluar tambang Kebondeli memang dikenal sebagai titik rawan kecelakaan. Pertemuan langsung antara jalan tanah pertambangan dengan jalan aspal nasional sering meninggalkan ceceran pasir dan debu yang membuat permukaan jalan menjadi licin, terutama saat dilalui kendaraan dengan muatan berat.
Hingga pukul 16.34 WIB, proses evakuasi bangkai truk masih berlangsung dan menyebabkan kemacetan.
Aparat kepolisian dari Satlantas Polres Lumajang masih melakukan pengaturan lalu lintas dan penyelidikan penyebab pasti kecelakaan.
"Masih di TKP," ujar Kanit Laka Satlantas Polres Lumajang, Ipda Dendy Cucu, saat dikonfirmasi satudetik.online melalui pesan WhatsApp.
Pihak kepolisian mengimbau pengendara yang melintas di Jalur Dampit–Lumajang, khususnya di sekitar Sumberwuluh–Candipuro, untuk mengurangi kecepatan dan berhati-hati saat melintas di dekat pintu keluar tambang. (Jimmy)
Beri reaksi singkat untuk artikel ini. Klik kembali untuk membatalkan.