Kebakaran Hutan di Area Leker Sumbermujur, Warga Bergerak Cegah Api Mendekati Permukiman
Dengarkan narasi artikel ini secara otomatis
Cepat dan Akurat
satudetik.online • cepat dan akurat
Dengarkan narasi artikel ini secara otomatis
Waktu baca sekitar 2 menit
Lumajang, satudetik.online - Kebakaran melanda kawasan Area Leker, Dusun Sumbersari, Desa Sumbermujur, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang, Sabtu (17/10/2026).
Api yang membakar vegetasi di kawasan tersebut berhasil dikendalikan melalui gotong royong perangkat desa dan warga sebelum menjalar ke permukiman yang berjarak sekitar 2 kilometer dari lokasi kejadian.
Kepala Desa Sumbermujur Yayuk Sri Rahayu mengatakan, kobaran api dengan cepat membesar akibat cuaca panas dan tiupan angin kencang. Kondisi itu membuat upaya pemadaman harus segera dilakukan agar api tidak meluas.
"Kebakaran terjadi begitu cepat. Panasnya cuaca dan kencangnya tiupan angin membuat api cepat berkobar dan sulit diprediksi arah penyebarannya pada menit-menit awal," ujar Yayuk.
Menyadari potensi bahaya, perangkat desa bersama masyarakat langsung bergerak melakukan pemadaman secara gotong royong. Warga berdatangan ke lokasi untuk membantu mengendalikan api dengan peralatan seadanya.
Upaya itu dilakukan untuk membatasi penyebaran api, terutama agar tidak mendekati kawasan permukiman. Jarak lokasi kebakaran sekitar 2 kilometer dari rumah warga menjadi alasan masyarakat bergerak cepat.
Yayuk menegaskan, kecepatan penanganan menjadi faktor penting dalam menghadapi kebakaran di kawasan dengan vegetasi kering dan kondisi geografis perbukitan.
Menurutnya, api berpotensi semakin sulit dikendalikan apabila terlambat ditangani, terlebih saat angin bertiup kencang.
"Kami tidak bisa hanya mengandalkan harapan. Ini adalah rumah dan sumber kehidupan kami. Ketika perangkat desa memimpin, warga langsung bergerak," ungkap salah seorang warga yang turut membantu pemadaman.
Peristiwa tersebut sekaligus menjadi pengingat pentingnya kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla), khususnya saat cuaca panas dan angin kencang meningkatkan risiko penyebaran api.
Pemerintah desa juga menilai kesiapan personel dan ketersediaan peralatan pemadaman perlu menjadi perhatian. Pelatihan tanggap darurat di tingkat desa dinilai penting agar masyarakat memiliki kemampuan yang lebih baik dalam menghadapi kejadian serupa.
"Kejadian ini adalah peringatan keras. Kita harus lebih siaga. Ke depan, perlu ada pelatihan pemadaman api yang lebih terstruktur dan peralatan yang lebih memadai di tingkat desa, mengingat ancaman ini bisa berulang," pungkasnya.
Gotong royong warga dalam mengendalikan kebakaran menjadi bagian penting dari respons awal di lapangan.
Namun, kewaspadaan tetap diperlukan agar kebakaran tidak kembali terjadi dan meluas hingga mengancam permukiman maupun kawasan hutan di sekitarnya. (Bernad)
Beri reaksi singkat untuk artikel ini. Klik kembali untuk membatalkan.