Jelang Operasi Jantung di India, Puskesmas Tempeh Pastikan Kondisi Arga Prima
Dengarkan narasi artikel ini secara otomatis
dr. Ima memeriksa kondisi Arga sebelum terbang ke India
Waktu baca sekitar 2 menit
Lumajang, satudetik.online – Arga Ruciance Lamba (6) warga Dusun Kembangan, Desa Kaliwungu, Kecamatan Tempeh, lahir dengan penyakit jantung bawaan. Kamis, 8 Oktober 2026 besok, ia memulai perjalanan untuk menjalani operasi di Amrita Hospital, Kochi, India.
Menjelang keberangkatan, Kepala Puskesmas Tempeh, dr. Ima Rifiyanti bersama tim mengunjungi rumah Arga, Rabu (7/10/2026), untuk memastikan kondisinya prima sebelum menjalani operasi besar.
Dalam kunjungan itu, kepala puskesmas melakukan pemeriksaan rutin, mulai dari memantau tanda-tanda vital paru-paru, saturasi oksigen, suhu tubuh, tenggorokan, hingga menilai kondisi umum Arga.
"Pemeriksaan ini penting agar Arga berada dalam keadaan terbaik sebelum tindakan, sebab demam, batuk, atau infeksi ringan sekalipun dapat memengaruhi kesiapan operasi," ujar Ima.
Tim juga memberikan edukasi kepada keluarga tentang menjaga kebersihan, mencukupi asupan gizi, mengatur istirahat, serta pentingnya menjaga ketahanan fisik maupun mental ibunda Arga selama mendampingi perawatan.
Biaya operasi Arga dibantu oleh Yayasan AMS (Amal Membantu Sesama). Uluran tangan ini menghapus satu beban terberat bagi keluarga, sehingga sang ibu bisa memusatkan seluruh tenaga dan perhatiannya pada pemulihan anaknya.
Mengenal Penyakit Jantung Bawaan
Penyakit jantung bawaan (PJB) adalah kelainan struktur jantung yang sudah ada sejak bayi dilahirkan. Bentuknya beragam, misalnya lubang pada sekat jantung atau pembuluh darah yang tidak tertutup sempurna.
Gejalanya bisa berupa mudah lelah saat bermain atau menyusu, napas cepat, berat badan sulit naik, hingga bibir dan kuku tampak kebiruan. Sebagian kasus ringan bisa menutup sendiri, tetapi banyak yang memerlukan tindakan medis.
Kabar baiknya, dengan deteksi dini dan penanganan tepat, banyak anak dengan PJB dapat tumbuh dan beraktivitas layaknya anak lain.
Karena itu, orang tua diimbau tidak menunda memeriksakan anak yang menunjukkan tanda-tanda tersebut ke puskesmas terdekat. (Ferry)
Bagaimana Tanggapan Anda?
Beri reaksi singkat untuk artikel ini. Klik kembali untuk membatalkan.