Harga Minyak Dunia Anjlok ke Titik Terendah Tiga Bulan Setelah AS dan Iran Capai Kesepakatan Awal
Ilustrasi
Lumajang, satudetik.online – Harga minyak mentah dunia mengalami penurunan tajam pada perdagangan Senin pagi.
Harga tertekan setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Wakil Menteri Luar Negeri Iran mengumumkan tercapainya kesepakatan awal untuk mengakhiri konflik serta memulihkan arus pelayaran di Selat Hormuz.
Berdasarkan laporan Reuters, kontrak berjangka minyak mentah Brent turun US$3,51 hingga US$3,58 atau sekitar 4,02 persen menjadi US$83,75 sampai US$83,82 per barel pada pukul 00.04 GMT.
Adapun minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) Amerika Serikat melemah US$3,93 sampai US$4,01 atau 4,63 persen hingga 4,72 persen ke level US$80,87 sampai US$80,95 per barel.
Kedua jenis minyak acuan tersebut juga telah turun lebih dari 3 persen pada perdagangan Jumat lalu.
Melalui unggahan di media sosial Truth Social pada Minggu malam, Presiden Donald Trump menyatakan perjanjian dengan Republik Islam Iran telah selesai.
Ia juga menyatakan akan mengizinkan pembukaan kembali Selat Hormuz tanpa biaya serta memerintahkan pencabutan blokade angkatan laut Amerika Serikat terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.
Pernyataan serupa disampaikan oleh Wakil Menteri Luar Negeri Iran yang membenarkan adanya kesepakatan tersebut.
Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif yang berperan sebagai mediator menyebutkan bahwa Amerika Serikat dan Iran dijadwalkan menandatangani nota kesepahaman pada Jumat mendatang di Swiss.
Selat Hormuz merupakan jalur pelayaran strategis yang dilalui sekitar 20 persen pasokan minyak dunia setiap hari.
Sejak konflik meletus pada Februari lalu, kekhawatiran gangguan di selat tersebut membuat harga minyak dibebani premi risiko geopolitik yang tinggi. Kabar kesepakatan damai membuat premi tersebut dilepaskan oleh pasar sehingga mendorong harga turun tajam.
Meskipun harga telah menyentuh level terendah sejak Maret 2026, sejumlah analis menilai pelemahan masih dipengaruhi sentimen sementara.
Kesepakatan yang diumumkan saat ini masih berupa rancangan awal dan belum bersifat final. Pemerintah Iran juga menyatakan bahwa isi perjanjian masih dapat berubah.
Para pelaku pasar masih menunggu hasil penandatanganan nota kesepahaman di Swiss pada Jumat depan sebagai penentu arah harga minyak selanjutnya.***
