NERAKA JUNI: Gelombang Panas Omega Bakar Eropa dan Pecahkan Segala Rekor
Ilustrasi
Internasional, satudetik.online - Sejak akhir Mei 2026, Eropa terjebak gelombang panas parah akibat heat dome atau “Omega block” yang menyedot udara panas dari Sahara ke utara. Pola atmosfer ini membuat suhu tinggi bertahan sepanjang siang dan malam dengan minimnya angin.
1. Prancis: Hari Paling Terik Sepanjang Masa
Rekor baru: Kota Pissos mencatat 44,3°C, dan suhu rata-rata nasional menembus di atas 30°C. Paris sendiri memecahkan rekor Juni di 40,9°C pada hari Rabu.
Malam tanpa jeda: Suhu malam rata-rata tidak turun di bawah 22°C. Banyak warga Paris tidur di taman, seperti Parc des Buttes-Chaumont, untuk mencari udara yang lebih sejuk.
Dampak korban dan layanan: Lebih dari 1.000 kematian berlebih dilaporkan dalam sepekan. Empat puluh orang tenggelam sejak 18 Juni saat mencari tempat dingin.
Panggilan ke layanan medis naik 80% dibandingkan 2025. Listrik padam menimpa 36.000 rumah tangga setelah badai.
Status terkini: Badan cuaca Prancis, Météo-France, menyebut panas ekstrem sudah mereda di sebagian besar wilayah, tetapi wilayah timur laut masih berstatus siaga panas. Per 29 Juni 2026, Paris terpantau 27°C dengan suhu maksimum 29°C.
2. Eropa Barat dan Tengah Ikut “Mendidih”
Jerman: Mencapai 41,5°C di Drahnsdorf, tertinggi sepanjang sejarah. Malam di Kitzingen tidak turun di bawah 29,4°C, menjadikannya malam terpanas dalam 150 tahun. Rel kereta dan Jalan Tol A2 bahkan meleleh dan retak.
Republik Ceko: 40,8°C di Doksany, rekor terpanas sepanjang masa.
Denmark: 37°C di Odum, rekor sejak 1874.
Swiss: Basel 38,8°C, rekor Juni pertama kalinya di atas 37°C.
Inggris dan Belanda: Rekor Juni 36,9°C di Inggris dengan status siaga merah selama tiga hari berturut-turut. Belanda juga berstatus siaga merah.
3. Dampak Luas di Seluruh Benua
Infrastruktur : Rel kereta melengkung, pasokan listrik tertekan, dan pembangkit nuklir Paks di Hungaria menurunkan output karena suhu air Sungai Danube terlalu panas.
Sungai dan pertanian: Sungai Po di Italia surut, air laut masuk hingga 18 km ke daratan, mengancam lahan pertanian.
Kesehatan: Tekanan panas “sangat kuat” 38°C–40°C dirasakan di sebagian besar Eropa Barat. Spanyol mencatat 101 kematian terkait panas pada Mei, tertinggi sejak 2015.
Mengapa Separah Ini
Ilmuwan menyebut gelombang panas ini “hampir mustahil” terjadi tanpa perubahan iklim akibat ulah manusia. Suhu malam kini 100 kali lebih mungkin terjadi dibandingkan 20 tahun lalu. Eropa menghangat dua kali lebih cepat daripada rata-rata global sejak 1980-an.
Proyeksi
Gelombang panas diprediksi bertahan hingga akhir Juni-Juli, dengan puncak 42°C di beberapa titik. Sebagian wilayah barat Eropa mulai mendapat udara lebih dingin dari Atlantik, tetapi suhu tetap berada di atas normal sepanjang musim panas.
Gelombang panas 2026 ini menjadi pengingat betapa cepat cuaca ekstrem bergeser dari “kejadian sesekali” menjadi “musim panas baru” di Eropa.(Binar)
Sumber Berita:
Reuters, TBS News, Livemint/AP, Weather Channel API untuk data Paris 29 Juni 2026
