Festival Literasi Lumajang 2026 Dorong Masyarakat Kritis Memilah Informasi
Dengarkan narasi artikel ini secara otomatis
Cepat dan Akurat
satudetik.online • cepat dan akurat
Dengarkan narasi artikel ini secara otomatis
Waktu baca sekitar 3 menit
Lumajang, satudetik.online — Kemampuan literasi masyarakat dinilai tidak cukup hanya dengan kemampuan membaca dan memahami tulisan. Di tengah derasnya arus informasi, masyarakat juga dituntut untuk mampu berpikir kritis, memeriksa kebenaran informasi, serta memanfaatkan pengetahuaLiterasin untuk mengembangkan kreativitas dan membangun interaksi dengan lingkungan.
Pesan tersebut mengemuka dalam Festival Kabupaten Lumajang 2026 yang resmi digelar di Pendopo Arya Wiraraja, Kabupaten Lumajang, pada Rabu, 16 September 2026.
Festival tersebut menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Lumajang dalam memperkuat budaya literasi sekaligus menyediakan ruang bagi masyarakat untuk mengembangkan kreativitas dan kemampuan berkolaborasi.
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Lumajang, Indra Wibowo Leksana, mengatakan bahwa festival diharapkan menjadi ruang terbuka bagi berbagai lapisan masyarakat untuk meningkatkan kemampuan literasi.
"Festival literasi ini diharapkan dapat menjadi media yang inklusif dan berkelanjutan untuk meningkatkan literasi dan kreativitas masyarakat, sejalan dengan semangat Lumajang Unggul, Amanah, dan Berkeadilan dalam menghadapi tantangan zaman," ujar Indra.
Perkuat Interaksi Masyarakat
Menurut Indra, Festival Literasi Lumajang tidak hanya menjadi tempat bertemunya para pegiat literasi. Kegiatan tersebut juga mempertemukan satuan pendidikan dan masyarakat dalam ruang interaksi yang dapat memperluas pengalaman literasi.
Melalui berbagai kegiatan yang diselenggarakan, masyarakat diharapkan dapat mengembangkan minat baca, kreativitas, kemampuan berkomunikasi, sekaligus membangun kebiasaan berkolaborasi.
Rangkaian Festival Literasi Kabupaten Lumajang 2026 juga diisi dengan bazar buku yang berlangsung hingga 27 September 2026 di Galeri Mula Malurung.
Selain itu, terdapat Lapak Komunikasi Literasi serta kegiatan Wisata Literasi yang sebelumnya telah dilaksanakan untuk memperluas akses dan pengalaman masyarakat terhadap berbagai aktivitas literasi.
Literasi sebagai Gerakan Bersama
Pelaksana Tugas Asisten Administrasi Sekretariat Daerah Kabupaten Lumajang, Halimi Maksum, mengatakan bahwa literasi perlu ditempatkan sebagai gerakan bersama karena berkaitan langsung dengan kehidupan masyarakat.
"Literasi untuk Lumajang diharapkan bukan sekadar sebuah tema, tetapi sebuah gerakan yang menjadi kekuatan yang amanah dan berkeadilan di tengah derasnya arus informasi," ungkap Halimi.
Ia menilai kemampuan memahami dan memeriksa informasi menjadi semakin penting ketika masyarakat berhadapan dengan beragam informasi dalam kehidupan sehari-hari.
Karena itu, penguatan literasi tidak hanya berkaitan dengan kebiasaan membaca buku. Masyarakat juga perlu memiliki kemampuan menggunakan dan mengolah informasi secara lebih cermat.
Dalam konteks tersebut, perpustakaan diharapkan tidak hanya berfungsi sebagai tempat membaca, tetapi juga berkembang menjadi ruang edukasi, kreativitas, dan pemberdayaan yang dapat diakses oleh berbagai kalangan.
"Perpustakaan tidak hanya menjadi tempat membaca, tetapi juga menjadi wadah untuk meningkatkan kreativitas," jelasnya.
Festival Literasi Lumajang 2026 menjadi salah satu ruang untuk mempertemukan masyarakat dengan buku, pengetahuan, pengalaman, dan gagasan baru.
Pemerintah Kabupaten Lumajang mendorong ekosistem literasi untuk terus berkembang dengan melibatkan pegiat literasi, satuan pendidikan, perpustakaan, dan masyarakat.
Dengan demikian, budaya literasi diharapkan tidak berhenti setelah rangkaian festival berakhir, tetapi tumbuh menjadi kebiasaan yang diterapkan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.(Har)
Beri reaksi singkat untuk artikel ini. Klik kembali untuk membatalkan.