• satudetik.online: cepat dan akurat • ekonomi global melonjak • teknologi baru seagma presence dirilis • timnas menang besar •

Billboard Space Iklan Premium

Posisi teratas paling strategis dengan impresi tertinggi. Tingkatkan jangkauan merek Anda di satudetik.online.

Hubungi Redaksi Kami
HiburanOlahragaSerba SerbiViral

Fakta di Balik Viral Bola "Adidas Trionda" yang Diklaim Buatan Indonesia

PENULIS: Binar
EDITOR: Teguh Eko Januari
16 Juni 2026
349 VIEWS
Fakta di Balik Viral Bola "Adidas Trionda" yang Diklaim Buatan Indonesia

Jakarta, satudetik.online - Sebuah unggahan viral di media sosial kembali memicu perdebatan warganet.

Dalam unggahan tersebut, bola resmi Piala Dunia 2026 "Adidas Trionda" disebut sebagai produk buatan Indonesia. Klaim itu langsung ramai dibagikan dan dikomentari ribuan netizen.

Namun, setelah ditelusuri, informasi tersebut tidak sepenuhnya benar.

Diproduksi di Pakistan, Bukan Indonesia

Berdasarkan data resmi Adidas dan laporan media internasional, bola "Trionda" diproduksi oleh perusahaan manufaktur asal Pakistan, Forward Sports, di kota Sialkot. Kota ini memang dikenal sebagai pusat produksi bola terbesar di dunia sejak 1982.

"Forward Sports, produsen bola Piala Dunia dari Pakistan, membuat bola untuk Adidas"  tulis media internasional. Perusahaan yang sama juga memproduksi bola "Al Rihla" untuk Piala Dunia 2022 Qatar.

Sialkot mengekspor sekitar 40 juta bola per tahun dan memasok kebutuhan Adidas untuk turnamen-turnamen besar FIFA.

Desainnya Tribute ke 3 Tuan Rumah

Nama "Trionda" sendiri diambil dari kata "tri" yang berarti tiga dan "onda" yang berarti gelombang. Desainnya menampilkan pola gelombang berwarna merah, biru, dan hijau sebagai tribute untuk tiga negara tuan rumah Piala Dunia 2026: Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada.

Bola ini memang dijual resmi di Indonesia melalui situs Adidas Indonesia dengan harga mulai Rp300 ribu. Namun, "dijual di Indonesia" tidak sama dengan "dibuat di Indonesia".

Warganet Perlu Cermat
Fenomena klaim "buatan Indonesia" untuk produk global bukan kali pertama terjadi. Ahli media sosial mengingatkan agar warganet lebih cermat dan melakukan cek fakta sebelum membagikan informasi.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada klarifikasi resmi dari pihak yang mengunggah pertama kali.(Binar)

Billboard Space Iklan Premium

Posisi teratas paling strategis dengan impresi tertinggi. Tingkatkan jangkauan merek Anda di satudetik.online.

Hubungi Redaksi Kami