Komisi D DPRD Lumajang Dorong Percepatan UHC, Soroti Validitas Data Warga
Dengarkan narasi artikel ini secara otomatis
Waktu baca sekitar 2 menit
Lumajang, satudetik.online — Komisi D DPRD Kabupaten Lumajang mendorong percepatan Universal Health Coverage (UHC) melalui penguatan pendataan, peningkatan kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), dan sinergi lintas sektor.
Hal itu dibahas dalam rapat koordinasi kesiapan Kabupaten Lumajang menuju UHC yang dipimpin Ketua Komisi D, Supratman, S.H., bersama Koordinator Komisi D, H. Sudi, Sabtu (26/9/2026).
Rapat dihadiri anggota Komisi D, Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan KB, Dinas Sosial, BKAD, serta BPJS Kesehatan.
Sejumlah isu menjadi pembahasan utama, mulai dari peningkatan kepesertaan JKN/PBID, pemutakhiran dan validasi Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) dan desil, kesiapan puskesmas dan fasilitas kesehatan pemerintah, hingga kebutuhan dan alternatif pembiayaan UHC.
Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Lumajang, Supratman, mengatakan penguatan data menjadi kunci agar kepesertaan JKN tepat sasaran.
"Pembahasan mencakup sejumlah hal penting, mulai dari peningkatan kepesertaan JKN/PBID, pemutakhiran dan validasi data DTSEN serta desil, kesiapan puskesmas dan fasilitas kesehatan pemerintah, hingga kebutuhan serta alternatif pembiayaan UHC," ujar Supratman.
Menurut dia, target UHC tidak cukup dengan menambah jumlah peserta. Validitas data harus diperkuat agar bantuan kesehatan tidak salah sasaran.
Rapat juga membahas peluang peningkatan kepesertaan dari pekerja perusahaan, optimalisasi peran fasilitas kesehatan, pemanfaatan sumber pembiayaan yang memungkinkan, serta pengkajian dukungan anggaran sesuai ketentuan yang berlaku.
Komisi D menilai pencapaian UHC membutuhkan kolaborasi DPRD, Pemerintah Kabupaten Lumajang, BPJS Kesehatan, dan perangkat daerah terkait. Setiap sektor diharapkan berperan sesuai kewenangannya agar penyelesaian masalah tidak berjalan sendiri-sendiri.
Melalui koordinasi tersebut, Komisi D mendorong agar kendala menuju UHC segera dipetakan dan dicarikan solusi bersama. Dengan penguatan data, sinergi lintas sektor, serta perencanaan pembiayaan yang matang, program UHC di Kabupaten Lumajang diharapkan berjalan bertahap, tepat sasaran, dan berkelanjutan. (Bernad)
Bagaimana Tanggapan Anda?
Beri reaksi singkat untuk artikel ini. Klik kembali untuk membatalkan.