DLH Lumajang Ajak PKL Rutin Bersihkan Alun-Alun, Pedagang Diminta Punya Rasa Memiliki
Dengarkan narasi artikel ini secara otomatis
Waktu baca sekitar 2 menit
Lumajang, satudetik.online — Menjaga wajah Alun-Alun Lumajang tetap bersih dan nyaman bukan hanya tanggung jawab petugas kebersihan. Pedagang kaki lima (PKL) yang setiap hari beraktivitas di kawasan tersebut juga diajak ikut merawat kebersihan melalui kegiatan pembersihan rutin, Rabu (30/9/2026).
Kegiatan tersebut dilakukan setiap dua minggu sekali dengan melibatkan para PKL yang berjualan di kawasan Alun-Alun Lumajang. Langkah ini tidak hanya bertujuan menjaga kebersihan, tetapi juga membangun kesadaran pedagang dan masyarakat agar ikut memiliki dan merawat ruang publik tersebut.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Lumajang, Dra. Hertutik, M.Si., mengatakan keterlibatan PKL menjadi bagian penting dalam menjaga kebersihan Alun-Alun. Menurutnya, para pedagang tidak hanya memanfaatkan kawasan tersebut sebagai lokasi berjualan, tetapi juga memiliki tanggung jawab untuk menjaga lingkungan di sekitarnya.
"Pedagang yang berjualan di sini harus ada rasa memiliki terhadap Alun-Alun Lumajang," kata Hertutik.
Ia menegaskan, rasa memiliki tersebut dapat diwujudkan melalui tindakan sederhana, salah satunya dengan menjaga kebersihan area berjualan maupun lingkungan sekitar. Dengan begitu, kebersihan alun-alun tidak hanya bergantung pada petugas, tetapi menjadi tanggung jawab bersama.
Pembersihan rutin diharapkan menjadi kebiasaan positif bagi para PKL. Pedagang juga diharapkan mampu memberikan contoh kepada pengunjung agar tidak membuang sampah sembarangan dan ikut menjaga fasilitas umum yang telah disediakan.
Menurut Hertutik, Alun-Alun Lumajang merupakan ruang publik yang digunakan berbagai lapisan masyarakat. Karena itu, kebersihannya perlu dijaga bersama agar tetap nyaman untuk beraktivitas, berkumpul, maupun menikmati suasana kota.
DLH berharap gerakan tersebut tidak berhenti pada kegiatan bersih-bersih dua mingguan. Lebih dari itu, kesadaran menjaga kebersihan diharapkan tumbuh menjadi kebiasaan sehari-hari sehingga Alun-Alun Lumajang tetap indah, bersih, dan nyaman bagi masyarakat.(Bernad)
Bagaimana Tanggapan Anda?
Beri reaksi singkat untuk artikel ini. Klik kembali untuk membatalkan.