Bunda Indah Dorong UMKM Lumajang Naik Kelas, Aston Jadi Pintu Masuk ke Pasar Hotel Berbintang
Dengarkan narasi artikel ini secara otomatis
Cepat dan Akurat
satudetik.online • cepat dan akurat
Dengarkan narasi artikel ini secara otomatis
Waktu baca sekitar 3 menit
Lumajang, satudetik.online — Akses pasar masih menjadi tantangan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk berkembang.
Di tengah persaingan usaha yang semakin ketat, kualitas produk saja tidak cukup. Pelaku usaha juga membutuhkan ruang pemasaran yang mampu mempertemukan produk lokal dengan konsumen yang lebih luas.
Peluang itulah yang mulai terbuka melalui kehadiran Aston Inn Lumajang. Hotel berbintang tersebut dinilai memberikan ruang bagi pelaku UMKM lokal untuk mengembangkan usaha sekaligus memperluas jangkauan pemasaran di lingkungan perhotelan.
Bupati Lumajang Indah Amperawati menilai keterlibatan UMKM dalam ekosistem bisnis perhotelan menjadi salah satu bentuk dukungan nyata terhadap penguatan ekonomi masyarakat. Hal itu disampaikannya dalam acara silaturahmi dan coffee morning Aston Inn Lumajang di Pringgitan Rumah Dinas Bupati Lumajang, Jumat (10/10/2026).
Bupati yang akrab disapa Bunda Indah itu mengatakan, selama 14 bulan beroperasi di Lumajang, Aston telah memberikan kontribusi positif bagi perkembangan pelaku usaha lokal. Menurutnya, kesempatan memasarkan produk di lingkungan hotel berbintang menjadi pengalaman berharga bagi UMKM yang sebelumnya hanya mengandalkan lapak sederhana.
"Kehadiran Aston bukan sekadar sebagai hotel, tetapi juga memiliki fungsi edukasi bagi UMKM. Kontribusi ini tentu tidak bisa dinilai dengan uang, karena banyak UMKM yang kini berhasil naik kelas. Mereka yang sebelumnya berjualan di lapak-lapak kecil di gang kini memiliki kesempatan untuk berusaha dan memasarkan produknya di hotel berbintang," ujar Bunda Indah.
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa pengembangan UMKM tidak cukup berhenti pada pelatihan produksi atau peningkatan kualitas barang. Pelaku usaha juga membutuhkan akses pemasaran yang nyata agar produk mereka memiliki kesempatan bersaing dan menjangkau segmen konsumen yang berbeda.
Lingkungan perhotelan dapat menjadi ruang pembelajaran bagi UMKM untuk memahami standar pelayanan, kebutuhan konsumen, hingga pentingnya menjaga konsistensi kualitas produk. Namun, kesempatan tersebut perlu diikuti dengan pendampingan dan kemitraan berkelanjutan agar manfaatnya tidak berhenti pada kegiatan promosi sesaat.
Kolaborasi antara pemerintah daerah dan sektor swasta pun menjadi faktor penting dalam memperluas peluang usaha masyarakat. Pemerintah berperan membuka ruang kemitraan, sementara pihak swasta dapat memberikan akses pasar yang selama ini belum tentu mudah dijangkau pelaku usaha kecil.
Bagi UMKM Lumajang, kesempatan menembus pasar perhotelan menjadi langkah untuk memperluas jaringan sekaligus membangun daya saing. Tantangan berikutnya adalah memastikan semakin banyak pelaku usaha lokal memperoleh kesempatan serupa, sehingga pertumbuhan sektor pariwisata dan perhotelan turut memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar.
Dengan demikian, keberadaan hotel tidak hanya diukur dari layanan akomodasi yang ditawarkan, tetapi juga dari kontribusinya dalam membangun ekosistem ekonomi lokal. Ketika produk UMKM mendapat ruang untuk berkembang, kemitraan antara dunia usaha dan pemerintah daerah berpeluang menjadi salah satu penggerak pertumbuhan ekonomi Lumajang. (Bernad)
Beri reaksi singkat untuk artikel ini. Klik kembali untuk membatalkan.