• satudetik.online: cepat dan akurat • ekonomi global melonjak • teknologi baru seagma presence dirilis • timnas menang besar •

Billboard Space Iklan Premium

Posisi teratas paling strategis dengan impresi tertinggi. Tingkatkan jangkauan merek Anda di satudetik.online.

Hubungi Redaksi Kami
LumajangEkonomi

Gurame Rowokangkung Diproyeksikan Jadi Komoditas Unggulan, DPK Lumajang Siapkan Desa Jadi Sentra Budidaya Bernilai Tinggi

PENULIS: Bernad
EDITOR: Teguh Eko Januari
5 hari yang lalu
13 VIEWS
Gurame Rowokangkung Diproyeksikan Jadi Komoditas Unggulan, DPK Lumajang Siapkan Desa Jadi Sentra Budidaya Bernilai Tinggi

Lumajang, satudetik.onlineDi tengah dominasi lele dan nila di sektor perikanan air tawar Lumajang, Desa Rowokangkung, Kecamatan Rowokangkung, mulai dilirik sebagai calon sentra baru budidaya ikan gurame.

Komoditas bernilai jual tinggi ini dinilai mampu menggerakkan ekonomi warga jika dikembangkan secara terarah dan berkelanjutan.

Keseriusan itu ditunjukkan Dinas Perikanan Kabupaten Lumajang. Kepala DPK Lumajang, Yuli Haris, Jumat (10/7/2026) turun langsung ke Desa Rowokangkung.

Ia meninjau kolam budidaya milik warga sekaligus berdialog dengan Pemerintah Desa dan kelompok pembudidaya untuk memetakan strategi pengembangan.

“Budidaya gurame di Rowokangkung punya potensi besar. Pasarnya sudah terbentuk dan kualitas ikan hasil budidaya masyarakat juga banyak dicari pembeli dari luar daerah,” ujar Yuli.

Menurutnya, gurame memiliki prospek ekonomi yang menjanjikan. Permintaan pasar terus naik tiap tahun, sementara harga jual relatif stabil. Ini membuat keuntungan yang didapat petani lebih besar dibanding beberapa komoditas air tawar lainnya.

Pengembangan ke depan tidak hanya fokus pada peningkatan produksi. DPK menargetkan terciptanya kawasan budidaya yang berdaya saing melalui tiga pilar: penerapan teknologi budidaya, pendampingan petani, dan penguatan kelembagaan kelompok.

Langkah itu diperkuat dukungan akademisi. Mahasiswa Universitas Jember sedang menjalankan program pemberdayaan di Desa Rowokangkung.

Fokusnya mulai dari peningkatan kapasitas petani, penerapan teknik budidaya efektif, hingga penguatan manajemen usaha agar produk bisa menembus pasar lebih luas.

Dari sisi budidaya, gurame punya keunggulan. Dagingnya tebal, cita rasanya khas, dan tergolong ramah lingkungan. Sebagian besar pakan bisa berasal dari daun-daunan dan tanaman hijau di sekitar, sehingga biaya produksi bisa ditekan tanpa menurunkan kualitas.

Keunggulan itu membuat gurame banyak diburu restoran dan pelaku kuliner. Harga jualnya yang lebih tinggi dari lele atau nila membuat budidaya ini menarik sebagai investasi warga.

Tantangannya ada di waktu panen. Jika lele dan nila bisa dipanen dalam beberapa bulan, gurame butuh sekitar 10 bulan untuk mencapai ukuran konsumsi.

Masa pemeliharaan lebih panjang, tapi imbalannya sepadan dengan nilai ekonomi saat panen.

Setelah panen, gurame punya nilai tambah tinggi di sektor kuliner. Menu olahannya beragam: gurame bakar, asam manis, crispy, pesmol, saus mentega, telur asin, hingga sop gurame. Tingginya permintaan inilah yang menjaga stabilitas harga komoditas ini.

DPK Lumajang berharap kolaborasi antara pemerintah daerah, pemerintah desa, kelompok pembudidaya, perguruan tinggi, dan pelaku usaha terus dikuatkan.

Sinergi itu diyakini bisa mempercepat Rowokangkung menjadi sentra gurame unggulan, sekaligus membuka lapangan kerja baru, meningkatkan pendapatan warga, dan memperkuat ketahanan ekonomi desa berbasis perikanan.(Bernad)

Billboard Space Iklan Premium

Posisi teratas paling strategis dengan impresi tertinggi. Tingkatkan jangkauan merek Anda di satudetik.online.

Hubungi Redaksi Kami