Bhabinkamtibmas Tempeh Turun ke Sawah, Serap Aspirasi Petani Jagung di Pandanarum
Dengarkan narasi artikel ini secara otomatis
Cepat dan Akurat
satudetik.online • cepat dan akurat
Dengarkan narasi artikel ini secara otomatis
Waktu baca sekitar 2 menit
Lumajang, satudetik.online – Upaya menjaga ketahanan pangan tidak hanya dilakukan melalui pemantauan hasil pertanian, tetapi juga dengan mendengar langsung persoalan yang dihadapi petani. Hal itu dilakukan Bhabinkamtibmas Desa Pandanarum, Polsek Tempeh, Aiptu Hendra Soegihartono, S.H., saat turun ke lahan pertanian warga di Dusun Parasgowang, Desa Pandanarum, Kecamatan Tempeh, Kabupaten Lumajang, Senin (19/10/2026).
Dalam kegiatan tersebut, Aiptu Hendra menemui Agus Sujono, salah satu petani setempat, untuk berdialog sekaligus memantau perkembangan tanaman jagung. Pertemuan di area persawahan itu menjadi sarana bagi kepolisian untuk menyerap aspirasi dan mengetahui kendala yang berpotensi menghambat kegiatan pertanian.
Sebagai Polisi Penggerak Ketahanan Pangan, Bhabinkamtibmas tidak hanya memantau kondisi tanaman, tetapi juga menggali informasi mengenai kebutuhan petani. Di antaranya ketersediaan pupuk, obat-obatan pertanian, serta alat dan mesin pertanian (alsintan) yang dibutuhkan untuk mendukung kelancaran musim tanam.
Pendataan tersebut menjadi bagian dari upaya mengidentifikasi persoalan di lapangan sejak dini. Informasi yang dihimpun diharapkan dapat membantu pemetaan kebutuhan petani, sekaligus menjadi bahan koordinasi dengan pihak terkait apabila ditemukan kendala dalam pemenuhan sarana produksi pertanian.
Plt. Kapolsek Tempeh, Ipda Suheri, S.H., mengatakan keterlibatan Bhabinkamtibmas merupakan bentuk dukungan Polri terhadap program pemerintah, khususnya dalam memperkuat ketahanan pangan nasional melalui komunikasi langsung dengan masyarakat petani.
“Program ini merupakan wujud nyata komitmen Polri dalam mendukung upaya pemerintah menjaga ketahanan pangan nasional secara berkelanjutan,” ujar Ipda Suheri.
Ia menegaskan, aspirasi dan kendala yang disampaikan petani tidak sekadar dicatat sebagai laporan internal. Masukan tersebut akan dikoordinasikan secara berjenjang dengan instansi terkait agar persoalan yang ditemukan di lapangan dapat ditindaklanjuti sesuai kewenangan masing-masing.
“Segala masukan dan kendala yang dihadapi para petani di lapangan akan kami koordinasikan secara berjenjang dengan instansi terkait, sehingga dapat menjadi bahan pertimbangan dalam perumusan kebijakan pertanian yang tepat sasaran,” ungkapnya.
Menurut Ipda Suheri, komunikasi yang terjalin antara kepolisian dan petani diharapkan dapat membantu mendeteksi hambatan pertanian lebih awal. Dengan begitu, persoalan yang berpotensi memengaruhi produktivitas dapat segera dicarikan solusi bersama, termasuk melalui koordinasi mengenai kebutuhan sarana produksi.
Polsek Tempeh berharap pendampingan dan dialog langsung dengan petani dapat terus memperkuat sinergi antara Polri, masyarakat, dan instansi terkait. Langkah tersebut sekaligus menjadi bagian dari dukungan terhadap Program Asta Cita Presiden dalam mendorong kemandirian serta menjaga keberlanjutan ketahanan pangan. (Bernad)
Beri reaksi singkat untuk artikel ini. Klik kembali untuk membatalkan.