Tak Hanya Jaga Kamtibmas, Bhabinkamtibmas Kunir Ikut Kawal Program Swasembada Pangan
Bripda M Jurjis bersama warga
Lumajang, satudetik.online – Upaya memperkuat ketahanan pangan nasional tidak hanya menjadi tanggung jawab sektor pertanian semata. Di Kabupaten Lumajang, jajaran kepolisian turut mengambil peran aktif dengan hadir langsung di tengah aktivitas para petani.
Komitmen tersebut terlihat melalui kegiatan Bhabinkamtibmas Desa Sukosari Polsek Kunir, Bripda M. Jurjis, yang melakukan pengecekan perkembangan tanaman jagung milik warga di Desa Sukosari, Kecamatan Kunir, Kabupaten Lumajang, Minggu (14/6/2026).
Kegiatan ini merupakan bagian dari dukungan terhadap implementasi Program Asta Cita Presiden Republik Indonesia, khususnya dalam agenda memperkuat ketahanan dan kemandirian pangan nasional melalui optimalisasi sektor pertanian di daerah.
Di lahan milik Wijen Utomo, Bripda Jurjis tidak hanya memantau kondisi tanaman, tetapi juga berdialog langsung dengan petani mengenai perkembangan pertumbuhan jagung, ketersediaan pupuk, kondisi pengairan, hingga berbagai kendala yang dihadapi selama proses budidaya.
Tanaman jagung yang saat ini menunjukkan perkembangan baik dinilai menjadi sinyal positif bagi produktivitas pertanian di wilayah tersebut. Namun, keberlanjutan pengelolaan lahan tetap menjadi faktor penting agar hasil yang dicapai tidak berhenti pada satu musim tanam.
Menurut Bripda Jurjis, kehadiran Bhabinkamtibmas di sektor pertanian merupakan bentuk penguatan peran kepolisian yang tidak hanya berfokus pada keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga mendukung pembangunan dan kesejahteraan warga.
“Ketahanan pangan menjadi program strategis yang membutuhkan keterlibatan semua pihak. Kami hadir untuk memastikan petani mendapat pendampingan dan tetap semangat menjaga produktivitas lahannya. Jika ada kendala di lapangan, kami ingin mendengarkan dan ikut mencarikan solusi bersama,” ujar Bripda Jurjis.
Dalam kesempatan tersebut, ia juga mengajak para petani untuk mulai menyiapkan pola tanam lanjutan setelah masa panen jagung berakhir. Salah satu yang didorong adalah peralihan menuju penanaman padi sebagai langkah menjaga kesinambungan produksi pangan.
Menurutnya, pola pergiliran komoditas tidak hanya menjaga produktivitas lahan, tetapi juga menjadi bagian penting dalam memperkuat pasokan bahan pangan pokok nasional.
“Setelah panen jagung, kami mengimbau petani untuk melanjutkan penanaman padi agar lahan tetap produktif dan mendukung target swasembada pangan. Ketahanan pangan harus dibangun dari desa dan menjadi tanggung jawab bersama,” katanya.
Kapolsek Kunir, Iptu Muljoko, menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen mendukung setiap program pemerintah yang berorientasi pada penguatan sektor pangan.
Ia menilai peran Bhabinkamtibmas sangat strategis karena menjadi ujung tombak kepolisian yang bersentuhan langsung dengan masyarakat dan mampu mendorong semangat produktivitas di tingkat akar rumput.
Kami terus mendorong seluruh Bhabinkamtibmas untuk aktif melakukan pendampingan kepada petani. Ketahanan pangan merupakan program prioritas nasional sehingga perlu dukungan nyata di lapangan agar hasil pertanian semakin meningkat dan memberikan dampak langsung kepada masyarakat,
Sementara itu, Wijen Utomo selaku pemilik lahan mengaku kehadiran aparat kepolisian di area pertanian memberikan motivasi tersendiri bagi para petani.
Menurutnya, perhatian yang diberikan menunjukkan bahwa sektor pertanian kini menjadi perhatian bersama dan bukan hanya urusan petani semata.
Biasanya polisi identik dengan urusan keamanan, tetapi sekarang ikut hadir memberi semangat dan berdiskusi soal pertanian. Kami merasa diperhatikan dan termotivasi untuk terus mengelola lahan dengan baik. Setelah panen nanti kami siap melanjutkan tanam sesuai arahan
Melalui pendampingan yang dilakukan secara langsung di lapangan, diharapkan produktivitas pertanian masyarakat terus meningkat dan mampu menjadi fondasi kuat dalam mewujudkan ketahanan serta swasembada pangan nasional yang berkelanjutan. (Bernad)
