• satudetik.online: cepat dan akurat • ekonomi global melonjak • teknologi baru seagma presence dirilis • timnas menang besar •

Billboard Space Iklan Premium

Posisi teratas paling strategis dengan impresi tertinggi. Tingkatkan jangkauan merek Anda di satudetik.online.

Hubungi Redaksi Kami
Teknologi

Baterai Nuklir Betavolt BV100 Klaim Bertahan 50 Tahun, Tapi Belum Siap untuk Ponsel

PENULIS: Binar
EDITOR: Redaksi
16 Juni 2026
338 VIEWS
Baterai Nuklir Betavolt BV100 Klaim Bertahan 50 Tahun, Tapi Belum Siap untuk Ponsel

Ilustrasi

Beijing, satudetik.online - Perusahaan rintisan asal Tiongkok, Betavolt New Energy Technology, baru-baru ini menarik perhatian global lewat pengumuman baterai atom berukuran mini. Produk bernama BV100 itu diklaim mampu menghasilkan listrik secara mandiri selama 50 tahun tanpa perlu pengisian ulang.

Teknologi di Balik Baterai 50 Tahun

Baterai ini menggunakan prinsip betavoltaik. Sumber energinya berasal dari peluruhan isotop radioaktif Nikel-63. Energi beta yang dilepaskan kemudian diubah menjadi arus listrik melalui konverter semikonduktor berlian sintetik setebal 10 mikron.

Setiap modul BV100 berukuran 15 x 15 x 5 mm, lebih kecil dari koin. Setelah masa pakainya habis, Nikel-63 akan meluruh menjadi isotop Tembaga-63 yang stabil dan tidak radioaktif, sehingga disebut ramah lingkungan.

Daya Keluaran Masih Sangat Kecil

Meski masa pakainya fantastis, daya yang dihasilkan BV100 tergolong rendah. Satu keping baterai hanya mampu menghasilkan 100 microwatt pada tegangan 3 volt. Sebagai perbandingan, ponsel pintar saat ini membutuhkan daya 5-10 watt agar dapat berfungsi normal.

Betavolt menyatakan BV100 bisa disusun seri maupun paralel sesuai kebutuhan perangkat. Perusahaan juga menargetkan peluncuran versi 1 watt pada 2025 yang dinilai lebih cocok untuk ponsel dan drone. Namun hingga 2026, belum ada kabar pasti produk 1 watt itu sudah dipasarkan.

Aman untuk Konsumen?

Betavolt menegaskan baterai ini aman dipakai masyarakat umum. Lapisan pelindungnya diklaim tahan benturan, suhu ekstrem, bahkan tusukan benda tajam tanpa menyebabkan kebocoran radiasi.

Target penggunaan awalnya adalah perangkat medis tanam seperti alat pacu jantung, sensor pintar, drone mini, dan sistem luar angkasa.

Baterai nuklir Betavolt BV100 memang nyata dan sudah memasuki tahap uji coba produksi. Akan tetapi, klaim "ponsel tanpa charger" masih jauh dari kenyataan karena keterbatasan daya keluaran saat ini.

Teknologi ini lebih realistis diterapkan pada perangkat berdaya mikro yang butuh pasokan listrik konstan dalam jangka panjang.

Untuk saat ini, pengguna ponsel masih harus akrab dengan kabel charger dan power bank.(Binar)

Billboard Space Iklan Premium

Posisi teratas paling strategis dengan impresi tertinggi. Tingkatkan jangkauan merek Anda di satudetik.online.

Hubungi Redaksi Kami