5 Aturan Glamping Aman, Pelajaran Tragedi Keracunan CO di Posong Temanggung
Ilustrasi
Temanggung, satudetik.online - Glamping menawarkan sensasi alam dengan fasilitas nyaman. Namun tragedi satu keluarga di tenda glamping Posong, Temanggung, pada 26-27 Mei 2026 menjadi pengingat penting.
Diduga empat korban meninggal akibat keracunan gas karbon monoksida atau CO.
Gas beracun itu berasal dari kompor portable dan sisa barbeku di dalam tenda tertutup rapat.
Untuk mencegah kejadian serupa, perhatikan lima aturan glamping aman berikut.
1. Larang Api di Dalam Tenda
Gas CO tidak berbau, tidak berwarna, dan tidak berasa. Jangan memasak dengan kompor portable, lilin, arang, atau barbeku di dalam tenda.
Gunakan area masak outdoor yang disediakan pengelola. Pastikan api dan asap padam sempurna sebelum masuk tenda.
2. Jaga Sirkulasi Udara
Tutup rapat tenda setelah memasak memperparah paparan CO. Buka ventilasi minimal dua sisi agar udara bersirkulasi.
Periksa exhaust AC atau elektrik jika tersedia. Jangan menutup semua lubang udara meski cuaca dingin.
3. Gunakan Detektor CO Portable
Detektor CO berukuran kecil dan mudah dibawa. Alat ini akan berbunyi saat kadar CO di udara meningkat. Harganya sekitar Rp150 ribu hingga Rp300 ribu.
4. Pilih Pengelola dengan SOP Jelas
Polisi telah memeriksa pengelola glamping Posong untuk mendalami unsur kelalaian.
Calon pengunjung wajib selektif. Tanyakan ketersediaan jalur evakuasi, APAR, dan detektor asap atau CO.
Baca ulasan soal ventilasi tenda dan area masak terpisah. Hindari glamping yang membolehkan tamu memasak di dalam tenda.
5. Waspadai Gejala Keracunan CO
Gejala awal meliputi pusing, mual, lemas, sesak, dan bingung. Jika merasakan gejala itu di dalam tenda, segera keluar ke udara terbuka dan hubungi petugas.
Glamping bertujuan mendekat ke alam, bukan mengabaikan keselamatan. Nyaman boleh, tetapi keselamatan tetap nomor satu.***
