• satudetik.online: cepat dan akurat • ekonomi global melonjak • teknologi baru seagma presence dirilis • timnas menang besar •

Billboard Space Iklan Premium

Posisi teratas paling strategis dengan impresi tertinggi. Tingkatkan jangkauan merek Anda di satudetik.online.

Hubungi Redaksi Kami
LumajangEkonomi

Asianusa Festival 2026 di Lumajang, Gus Mamak: Jangan Sampai UMKM Lokal Jadi Penonton

PENULIS: Bernad
EDITOR: Teguh Eko Januari
28 September 2026
1032 VIEWS
Dengarkan BeritaAudio AI

Dengarkan narasi artikel ini secara otomatis

Asianusa Festival 2026 di Lumajang, Gus Mamak: Jangan Sampai UMKM Lokal Jadi Penonton

Lumajang, satudetik.online — Upaya memperkuat ekonomi lokal melalui kolaborasi pelaku usaha, komunitas, dan ekosistem digital menjadi perhatian dalam pelaksanaan Asianusa Festival 2026 di Kabupaten Lumajang.

Kegiatan tersebut digelar di Hotel Aston Inn Lumajang, Senin (28/9/2026), mulai pukul 15.00 WIB hingga selesai. Agenda ini digelar Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Generasi Digital Indonesia (Gradasi) Lumajang dengan mengusung semangat "Bersama Membangun Ekonomi Lokal Melalui Kolaborasi UMKM, Komunitas, dan Digitalisasi".

Festival tersebut menjadi ruang pertemuan berbagai unsur untuk membangun sinergi dalam mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat, khususnya melalui penguatan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta pemanfaatan teknologi digital.

Namun, di balik semangat penguatan ekonomi lokal, keberadaan pedagang kaki lima (PKL) juga menjadi sorotan. Sejumlah PKL dari luar kota turut datang dan berjualan di Lumajang untuk memanfaatkan momentum ramainya kegiatan tersebut.

Kehadiran pedagang dari luar daerah tentu menjadi bagian dari dinamika kegiatan ekonomi. Namun, kondisi itu juga memunculkan perhatian terhadap keberadaan PKL dan pelaku UMKM lokal yang selama ini menjalankan usaha di Lumajang. Jangan sampai kegiatan yang membawa semangat membangun ekonomi lokal justru membuat pelaku usaha daerah hanya menjadi penonton di wilayahnya sendiri.

Persoalan tersebut tidak hanya menyangkut asal daerah pedagang, tetapi juga bagaimana penyelenggara dan pemerintah melakukan penataan secara adil. Ruang berjualan, lokasi PKL, ketertiban, serta kesempatan bagi pedagang lokal perlu menjadi bagian dari pengelolaan kegiatan agar dampak ekonomi yang muncul benar-benar dapat dirasakan masyarakat Lumajang.

Ketua DPC Gradasi Lumajang, Gus Mamak, menilai kolaborasi antarelemen masyarakat menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem ekonomi lokal yang lebih kuat. Menurutnya, perkembangan UMKM tidak cukup hanya mengandalkan produk yang baik, tetapi juga membutuhkan jejaring, promosi, kemampuan memanfaatkan teknologi, serta ruang usaha yang sehat.

"Kolaborasi antara UMKM, komunitas, dan ekosistem digital menjadi hal penting untuk membuka lebih banyak peluang ekonomi. Digitalisasi harus dimanfaatkan agar produk lokal memiliki jangkauan pasar yang semakin luas," ujar Gus Mamak.

Menurutnya, kegiatan seperti Asianusa Festival dapat menjadi momentum untuk mempertemukan pelaku usaha dengan pasar yang lebih luas. Karena itu, keberadaan pedagang dalam kegiatan tersebut perlu dikelola agar aktivitas ekonomi tidak hanya menguntungkan pihak tertentu, tetapi juga memberikan manfaat bagi pelaku usaha lokal.

Di sisi lain, UMKM dan PKL lokal Lumajang diharapkan tidak hanya menjadi penonton dalam perkembangan ekonomi tersebut. Mereka perlu mendapatkan kesempatan untuk memperkenalkan produk, memperluas jaringan konsumen, serta memanfaatkan teknologi digital untuk meningkatkan pemasaran.

Kehadiran PKL dari luar kota juga menjadi tantangan tersendiri bagi pemerintah daerah dalam menjaga keseimbangan antara keterbukaan aktivitas ekonomi dan perlindungan terhadap pelaku usaha lokal. Penataan yang jelas diperlukan agar pedagang luar daerah tetap dapat beraktivitas secara tertib, sementara PKL dan UMKM Lumajang tidak kehilangan ruang usahanya.

Dengan semakin berkembangnya perdagangan berbasis digital, kemampuan pelaku usaha dalam membangun jenama, pemasaran digital, dan jaringan kolaborasi menjadi faktor penting untuk memperluas pasar.

Pelaksanaan Asianusa Festival 2026 pada akhirnya tidak hanya berbicara mengenai kemeriahan acara dan transaksi selama festival berlangsung. Lebih jauh, kegiatan tersebut menjadi momentum untuk melihat sejauh mana konsep kolaborasi benar-benar mampu memberikan dampak bagi ekonomi masyarakat Lumajang.

Festival tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai seremoni, tetapi mampu melahirkan kerja sama konkret sekaligus menciptakan ruang usaha yang sehat, tertib, dan tetap berpihak pada tumbuhnya UMKM serta PKL lokal Lumajang.(Bernad)

Bagaimana Tanggapan Anda?

Beri reaksi singkat untuk artikel ini. Klik kembali untuk membatalkan.

Kembali ke Indeks

Berita Terkait

Rekomendasi Redaksi

Billboard Space Iklan Premium

Posisi teratas paling strategis dengan impresi tertinggi. Tingkatkan jangkauan merek Anda di satudetik.online.

Hubungi Redaksi Kami